Hotel Java Lotus Jember Nunggak Pajak, DPRD Jember: Manajemen Tidak Kooperatif

Hotel Java Lotus Jember Nunggak Pajak, DPRD Jember: Manajemen Tidak Kooperatif © mili.id

Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo. (Atta Hatta/Mili.id).

Jember, mili.id - Pihak Manajemen Hotel Java Lotus Jember belum membayar pajak dari tahun 2022 - 2024. Terkait persoalan ini, Komisi C DPRD Jember sudah melakukan upaya komunikasi.

Namun, diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo, pihak manajemen Hotel Java Lotus dinilai tidak kooperatif.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

"Artinya, sesuai dengan waktu yang kita berikan bahwa kita akan segera mungkin memanggil mereka, dan ternyata mereka juga tidak ada respons. Sehingga kami mungkin nanti akan melimpahkan untuk ini meminta perjanjian dengan APH sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Ardi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Gedung Parlemen, Jumat (31/1/2025).

Masih menurut Adi, bila pajak 2022, 2023, 2024, pihak hotel sungguh luar biasa tidak taat kepada wajib pajak daerah dengan total tunggakan kurang lebih dengan denda hingga Rp 4 miliar.
Sehingga pihaknya akan merekomendasikan dari komisi ke Bapenda, dan mungkin dengan kejaksaan ataupun dengan kepolisian. Untuk menerapkan regulasi yang ada.

Kata Ardi, Komisi C DPRD Jember sudah dua kali menyampaikan untuk melakukan koordinasi terhadap manajemen hotel.

"Kami dan Bapenda, bukan juru tagih. Padahal pajak ini, bertujuan untuk meningkatkan PAD. Hasil pajak itupun, padahal sudah terbayarkan di awal oleh konsumen (pengunjung hotel)," ucapnya.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

Terkait alasan belum terbayarnya pajak selama kurun waktu kurang lebih 3 tahun, karena dampak dari Pandemi Covid-19.

"Pasca covid, hotel-hotel yang lain juga tertib aja, mereka membayar semua karena memang sudah ada savingnya untuk anggaran ini," kata Ardi.

Lebih jauh dengan persoalan belum terbayarnya pajak dari hotel tersebut. Kata Ardi, tentunya nanti akan ada sanksi yang diberikan.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

"Bisa juga melalukan penutupan, atau tergantung nanti dari kejaksaan ataupun kepolisian yang akan bertindak. Karena surat cinta (pemanggilan untuk berkoordinasi dengan manajemen Hotel Java Lotus), dari Bapenda ini terus dilayangkan. Tapi tidak direspons," pungkasnya.

Terkait persoalan ini, General Manager Java Lotus, Jeffrey Wibisono membenarkan adanya penunggakan pajak tersebut. Hotel Java Lotus mengaku belum bisa melakukan pembayaran pajak, karena kondisi hotel belum cukup baik pasca pandemi covid-19.

"Jujur, memang bisa dikatakan sampai saat ini belum pulih akibat pandemi. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Bapenda agar bisa dibayar berjenjang," ujarnya singkat.

Editor : Aris S



Berita Terkait