Dr. Akmarawita Kadir/foto:mili/roy
Mili.id - Terkait Hepatitis Akut yang penyebabnya misterius, Dr. Akmarawita Kadir, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya mendorong Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi kepada warga Surabaya melalui kader kesehatan, di Puskesmas sampai tingkatan RW.
"Biar masyarakat tidak panik, kemudian gejala dan penanganannya harus di bawa ke rumah sakit, bagaimana pula masyarakat berperilaku hidup sehat harus ditekankan Pemkot." kata Akmarawita, Selasa (10/5).
Baca juga: Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Positif
Akmarawita menuturkan, Hepatitis ada 5 macam tipe, mulai dari tipe A sampai E. Sehingga di laboratorium biasanya yang masuk dalam 5 tipe tersebut sudah jelas penyebabnya.
Akma mengingatkan, Hepatitis ini patut diwaspadai, gejalanya sangat akut, cepat dan khas, menyerang anak usia di bawah 15 tahun. "Bila ditemukan balita tidak terdeteksi 5 tipe Hepatitis tersebut. Maka patut diwaspadai." jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Baca juga: Lebih 2.000 Jemaah Haji Surabaya Rampung Vaksinasi, Siap Berangkat 21 April 2026
Akma mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan kasus Hepatitis Akut di kota Pahlawan. Namun Hepatitis yang sudah ada tipe nya. Yakni sebanyak 49 kasus hepatitis B, 4 Hepatitis A dan 9 kasus Hepatitis C. Sehingga perlu dilakukan pemetaan.
"Nah ini kita minta, kita petakan supaya fokus ke perilaku hidup sehat bisa terkendali. (Pemetaannya) bisa ditempat yang banyak terkena hepatitis ini." serunya.
Baca juga: Akmarawita Kadir Terpilih Jadi Ketua Golkar Surabaya, Berikut Gebrakan yang Disiapkan
Maka, ia menekankan kepada Dinas Kesehatan agar mengonter balik isue, yang beredar luas, bahwa kasus Hepatitis Akut disebabkan karena vaksin Covid-19. "Kita minta kepada Dinkes untuk cepat mengonter isu tersebut dengan media sosial atau dengan kader kesehatan." tegasnya.
"Sehingga masyarakat tidak panik. Kalau sudah panik bisa melemahkan imun. Jadi bisa terserang penyakit dan sebagainya. Jadi itu cepat dikonter." demikian Akmarawita.
Editor : Redaksi
