(Kiri-Kanan) Pembalap Ferrari asal Monako, Charles Leclerc, pembalap McLaren asal Australia, Oscar Piastri, dan pembalap Mercedes asal Inggris, George Russell, berlaga di Grand Prix Formula Satu Hungaria di sirkuit Hungaroring di Mogyorod, dekat Budapest,
Budapest, mili.id - Harapan Charles Leclerc untuk meraih kemenangan di Grand Prix Hungaria buyar secara dramatis. Start dari pole position, pembalap Ferrari itu akhirnya hanya mampu finis di posisi keempat setelah performanya menurun tajam di paruh kedua balapan.
Padahal, awal balapan berlangsung menjanjikan. Leclerc mampu mempertahankan posisi terdepan usai start dan menjaga jarak dengan Oscar Piastri hingga pit stop pertama. Namun, strategi agresif Lando Norris dari McLaren membalikkan situasi. Norris berhasil menyalip dan mengambil alih pimpinan lomba, diikuti Piastri yang kemudian merebut posisi kedua dari Leclerc.
Baca juga: Leclerc Rebut Pole di Hungaroring, McLaren Tempel Ketat di Belakang
Masalah Leclerc belum berhenti di situ. Ia kemudian disalip George Russell dari Mercedes dan makin tercecer dari barisan terdepan. Keadaan diperparah dengan hukuman penalti lima detik akibat manuver berbahaya yang ia lakukan di tengah duel. "Saya sangat kecewa," ujar Leclerc setelah balapan, dengan nada lesu, Senin(4/8/2025).
Ia mengungkapkan, masalah teknis yang muncul sejak lap ke-40 menjadi penyebab utama penurunan performanya. "Kami mengalami masalah pada sasis. Saat di dalam mobil, saya tidak tahu pasti apa yang terjadi. Saya punya dugaan, tapi ternyata keliru," katanya.
Menurutnya, balapan ini adalah salah satu dari sedikit kesempatan Ferrari untuk meraih kemenangan musim ini. "Kami hanya punya satu peluang dalam setahun untuk menang, dan hari ini adalah kesempatan itu. Tapi kami gagal memanfaatkannya. Sangat mengecewakan."
Kegagalan di Hungaroring ini menjadi penutup pahit bagi Leclerc sebelum Formula 1 memasuki jeda musim panas. Meski menyadari kerusakan sasis bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa dikendalikan tim, ia menegaskan bahwa Ferrari tetap akan menyelidikinya secara mendalam.
Bagi Ferrari, hasil ini menjadi pukulan telak setelah menunjukkan potensi kuat di awal akhir pekan. Sementara bagi Leclerc, ini menambah daftar frustrasi dalam kariernya yang masih haus akan kemenangan konsisten.
Dengan paruh kedua musim menanti, tekanan kembali mengarah ke tim Maranello untuk memperbaiki kelemahan teknis dan strategi, demi menjaga harapan mereka tetap hidup di musim yang semakin kompetitif.
Editor : Erwin Muhammad
