Kondisi Terkini Grahadi Surabaya Usai Demo 3 September Batal

Kondisi Terkini Grahadi Surabaya Usai Demo 3 September Batal © mili.id

Kondisi terkini Gedung Grahadi Surabaya (Foto: Arsa/mili.id)

Surabaya, mili.id - Lalu lintas depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya terpantau normal hingga Rabu (3/9/2025) sore.

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Apsari seberang Gedung Grahadi juga normal berjualan.

Baca juga: Eri Cahyadi Tegas Berantas Dugaan Pungli di SWK Kalijudan, Perintahkan Pengembalian Seluruh Uang Pedagang

Sejak Cak Sholeh mengumumkan pembatalan aksi Rakyat Jawa Timur Menggugat, posko yang sebelumnya berdiri di tengah Taman Apsari sudah dibongkar. Begitu pula dengan tumpukan kardus air mineral, sudah tak tampak.

Di Gedung Grahadi, sejumlah aparat TNI masih berjaga bersama Satpol PP. Sisa-sisa bagian yang dibakar perusuh masih belum tersentuh perbaikan, karena masih terpasang garis polisi.

Ida, salah satu penjual minuman di Taman Apsari mengaku tidak tahu bila demo 3 September batal.

"Saya ndak tau mas. Saya kira ada demo," tutur wanita 40 tahun itu kepada mili.id, Rabu (3/9/2025).

Ida mengaku lebih senang bila ada demo di sekitar Gedung Grahadi. Alasannya, dagangannya lebih cepat laku.

"Ya saya rasa kalau ada acara demo-demoan gini dagangan saya cepet habis mas. Penghasilannya juga lumayan," ungkap dia.

Namun, jika demo berujung kericuhan hingga kerusuhan, Ida memilih pulang cepat.

"Kalau semisal orang-orang mulai ngelempar-lempar, saya langsung segera pulang mas. Saya takut nanti kena serangan juga," tambah Ida.

Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan

Ia berharap ada demo lagi, tapi jangan sampai rusuh.

"Saya sih seneng-seneng aja mas kalau ada demo. Dagangan saya jadi laris. Tapi kalau sampek lempar-lemparan gitu jadi ngeri mas," ujar Ida.

Sementara Agus, penjual bakso di Taman Apsari mengaku sudah tahu bila aksi 3 September ini batal digelar.

"Saya denger-denger gak jadi ya mas. Tapi saya masih belum yakin itu bener apa nggak," kata pria 45 tahun itu.

Agus tidak mempermasalahkan bila demo hari ini batal. Sebab dia sudah punya pelanggan tetap.

Baca juga: Gerindra Pasang Badan Bela Penolakan Warga Tolak Spiritshaus Surabaya

"Kalau memang bener gak jadi ya nggak papa mas. Langganan saya juga sudah banyak di sini," terang dia.

Soal kerusuhan berujung pembakaran Gedung Grahadi, Agus mengaku mengingatnya.

"Pas mulai ada suara ledakan mercon, saya langsung tutup mas. Ketimbang ada apa-apa dengan dagangan saya," aku Agus.

Untuk itu, Agus berharap tidak ada lagi kerusuhan di Grahadi dan Surabaya.

"Kalau bisa nggak usah ada demo-demoan lah. Apalagi sampe bakar-bakar seperti kemarin," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait