Jari Anak TK di Kota Mojokerto Terjepit Lego, Damkar Turun Tangan

Jari Anak TK di Kota Mojokerto Terjepit Lego, Damkar Turun Tangan © mili.id

Evakuasi lego yang menjepit jari tangan anak TK di Kota Mojokerto (Foto: BPBD Damkar Kota Mojokerto)

Mojokerto, mili.id - Tim pemadam kebakaran (damkar) turun tangan mengevakuasi mainan Lego yang menjepit jari tangan anak TK.

Peristiwa itu terjadi di salah satu TK di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Jari tangan seorang siswi terjepit mainan lego kayu saat bermain di jam istirahat.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Kalaksa BPBD Kota Mojokerto, Ganesh P. Krisnawan menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00, Selasa (16/9/2025).

"Salah satu siswa TK datang bersama guru dan penjaga sekolah ke kami dengan kondisi jari terjepit mainan lego kayu yang ada di sekolah," terang Ganesh, Rabu (17/9/2025).

Menurut Ganesh, proses evakuasi ini berjalan cepat berkat pengalaman petugas yang handal dan kesiapan alat-alat khusus.

“Alhamdulillah, pelayanan petugas kami cukup berpengalaman. Untuk menindaklanjuti kasus seperti ini, kami tidak membutuhkan waktu lama dan bisa segera menyelesaikannya,” jelas Ganesh.

Ia menambahkan, insiden terjadi saat anak-anak sedang bermain blok mainan di jam istirahat.

Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar

"Mungkin tanpa sengaja jari anak itu masuk ke mainan lego dan terjepit, sehingga tidak bisa dilepaskan," sambung dia.

Pihak sekolah sudah berusaha dengan memberikan minyak untuk melonggarkan lego kayu yang terjepit, tapi tetap gagal.

"Setelah upaya dari sekolah tidak berhasil, kami langsung turun tangan melakukan evakuasi," ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 5 hingga 10 menit dengan teknik pemotongan alat lego kayu menggunakan alat khusus milik BPBD Damkar Kota Mojokerto.

Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda

“Kami melakukan pemotongan dengan alat kami. Dan selama proses evakuasi, kami juga memberikan penahan agar getaran dari alat pemotong tidak sampai membahayakan jari anak tersebut,” papar Ganesh.

Kondisi anak setelah evakuasi pun dalam keadaan baik.

"Setelah kejadian langsung dibawa, tidak ada pembengkakan atau radang, sehingga proses evakuasi relatif mudah dan lancar," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait