Surabaya, mili.id - Dinas Pendidikan Provins Jawa Timur sukses menggelar Lomba Cerdas Cermat tingkat sekolah menengah 2025. Gelaran dari rangkaian semarak HUT Provinsi Jawa Timur ke 80 ini, diikuti 6 tim yang bertarung dalam adu ketangkasan dan kecermatan.
Para tim ini sebelumnya bertanding di tingkat kabupaten/kita untuk mewakili sekolahnya masing-masing hingga masuk ditahapan semifinal dan berlanjut di final, Kamis (9/10/2025).
Ke enam tim ini adalah, Korwil 1 diwakili SMAN 1 Pamekasan, Korwil 2 SMAN 1 Pandaan, Korwil 3 diwakili SMAN 1 Jember, Korwil 4 diwakili SMAN 1 Blitar, Korwil 5 diwakili SMAN 2 Nganjuk dan Korwil 6 diwakili SMAN 1 Tuban.
Kepala Dindik Jatim Aris Agung Paewai mengapresiasi antusiasme peserta dan penonton dalam lomba ini.
“Antusias peserta luar biasa, termasuk suporter dari sekolah-sekolah. Kita sangat terkesan dengan kecerdasan dan pengetahuan anak-anak,” ujar Aries, Jumat (10/10/2025).
Aris menyebut, format lomba kali ini mengutamakan kerja sama tim, bukan hanya kemampuan individu.
“Berbeda dengan olimpiade yang sifatnya individu, di cerdas cermat mereka juga belajar bekerja secara tim,” katanya.
Ia berharap LCC menjadi wadah untuk melatih mental, daya juang, dan kolaborasi pelajar. Aris juga berencana menghidupkan kembali tradisi Cerdas Cermat yang dulu populer di televisi.
“Kalau berkembang, saya yakin semangat anak-anak untuk belajar semakin terpacu, lalu modalnya dapat prestasi maupun apresiasi,” tambahnya.
Baca juga: Ikuti Sosialisasi SPI Pendidikan 2026, Kadindik Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Pendidikan
Menurut Aris, lomba ini akan terus digelar mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi. Ia juga membuka peluang agar pemenang tingkat provinsi dapat berlaga di tingkat nasional.
Ketua Dewan Juri Dr. Suko Widodo dari Universitas Airlangga menilai langkah Dindik Jatim sudah tepat.
“Menghidupkan kembali program Cerdas Cermat untuk mendorong siswa berprestasi adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.
Namun, Suko mengingatkan agar siswa tidak melupakan isu-isu lokal dan kebudayaan daerah.
Baca juga: Pelajar Jawa Timur Borong 11 Medali di FIKSI 2025, Bukti Kekuatan Inovasi dan Kewirausahaan Siswa
“Saat diberi pertanyaan tentang komunitas desa atau kelompok tani, banyak yang kesulitan menjawab. Ini jadi catatan penting agar pembelajaran juga memuat unsur lokal,” pesannya.
Ia berharap lomba seperti ini digelar secara rutin mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di seluruh Jawa Timur.
Pada akhir lomba, SMAN 1 Blitar keluar sebagai Juara 1 dengan 1.650 poin, disusul SMAN 1 Pandaan (900 poin) dan SMAN 2 Nganjuk (775 poin).
Juara harapan masing-masing diraih oleh SMAN 1 Jember, SMAN 1 Pamekasan, dan SMAN 1 Tuban.
Selain piala dan uang pembinaan, Aris Agung juga memberikan hadiah tambahan berupa ruang pembinaan bagi seluruh tim finalis.
Editor : Fahrizal Tito
