PGSI Jatim Beri Hadiah Umroh Gratis pada Atlet Peraih Emas di PON Bela Diri Kudus

PGSI Jatim Beri Hadiah Umroh Gratis pada Atlet Peraih Emas di PON Bela Diri Kudus © mili.id

Para atlet gulat Jatim peraih emas di PON Bela Diri Kudus saat dapat hadiah umroh gratis dari PGSI. (Dok. PGSI Jatim).

Surabaya, mili.id - Para atlet gulat Jawa Timur yang tampil gemilang di PON Bela Diri 2025 Kudus, mendapatkan hadiah umroh gratis.

Apresiasi ini diberikan usai para atlet yang berhasil membawa pulang 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban

Dewan Penasehat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Timur, Totok Lusidame nyampaikan rasa bangganya kepada para atlet yang telah menjadi inspirasi bagi generasi muda di Jatim.

Ia mengajak para atlet untuk berbagi kisah perjuangan mereka selama kompetisi, agar semangat juang itu bisa menular ke atlet muda lainnya.

"Semua karier tidak dimulai dari atas. Jadi, semua atlet harus terus semangat membantu diri sendiri dan keluarga. Maju terus, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda Indonesia," ungkap Totok, Minggu (26/10/2025).

Wakil Ketua III KONI Jatim, Dedy Suharyadi menambakan bahwa prestasi in tak lepas dari perjuangan keras.

Ke depan, KONI Jatim berharap adanya kolaborasi antar lembaga cabang olahraga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet supaya berjaya di tingkat nasional maupun dunia.

"Ke depan diharapkan semua lembaga pengprov diharapkan berkolaborasi untuk Jawa Timur, untuk Indonesia, dan untuk prestasi dunia," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PGSI Jatim Ficky Erastho mengungkapkan kebanggaannya kepada para atlet gulat Jatim.

Ia berharap ke depan para atlet terus bersemangat dalam mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel

Ficky juga menilai penghargaan tersebut sebagai penghormatan nyata atas kerja keras para juara dan motivasi agar mereka terus berkembang.

"Saya sulit tidur sebelum PON Bela Diri kemarin. Yang saya tahu, mereka kerja keras dan latihan, namun saya juga masih kepikiran bagaimana medan yang sedang mereka hadapi," ungkapnya.

Terpisah, salah satu atlet peraih medal emas, Axel Mannuela berterima kasih atas apresiasi yang diberikan.

Ia berharap semangat ini bisa menginspirasi atlet lain.

Axel yang juga peraih medali emas PON Aceh - Sumut pada 2024 lalu, dan peraih medali perak para PON Papua pada 2021, menyampaikan bahwa semua lawan atlet relatif sama dari sisi fisik.

Baca juga: Warga Barata Jaya Tolak Spiritshaus, Satpol PP Ancam Segel Gerai Ilegal

Yang membedakan adalah teknik masing-masing atlet. Namun menurutnya, paling berat saat pertandingan adalah menjaga mental atlet.

"Kalau saya, sebisa mungkin awal pertandingan dapat poin dulu. Kita bisa mennag poin dulu, kita menang mental. Kalau sudah menang mental kita lebih rileks, akhirnya akan lebih teratur nafas itu," ungkapnya.

PON Bela Diri sendiri merupakan ajang nasional yang menguji kemampuan atlet bela diri dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional.

Diketahui, dalam ajang PON Bela Diri 2025 Kudus, Jawa Tengah, PGSI Jatim mengirimkan 11 atlet dan berhasil membawa pulang 6 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait