Pemain Parma, Mateo Pellegrino, diadang oleh dua pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic dan Adrien Rabiot, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) malam WIB
Mili.id-AC Milan harus menelan kekalahan pahit saat menjamu Parma pada pekan ke-26 Serie A 2025/2026. Bermain di San Siro, Senin (23/02/2026), Rossoneri takluk 0-1 lewat gol kontroversial yang tercipta di penghujung laga.
Gol tunggal penentu kemenangan Parma dicetak Mariano Troilo pada menit ke-80 melalui sundulan tajam. Sempat ditinjau melalui VAR karena dugaan pelanggaran terhadap Davide Bartesaghi, wasit akhirnya tetap mengesahkan gol tersebut. Keputusan itu memicu perdebatan dan menjadi pukulan telak bagi Milan yang tengah menjaga asa di papan atas klasemen.
Baca juga: Inter Hancurkan Roma 5-2, Lautaro Martinez Comeback Sensasional di San Siro
Kekalahan ini membuat langkah Milan menjauh dari pesaing terdekat semakin berat, sekaligus menambah tekanan di fase krusial musim.
Sorotan tajam mengarah pada keputusan wasit, namun bek Milan, Matteo Gabbia, memilih bersikap tenang. Ironisnya, Gabbia sejatinya diproyeksikan tampil sebagai starter, tetapi nyeri otot saat pemanasan memaksanya menepi dan posisinya digantikan Koni De Winter.
Dari pinggir lapangan, ia menyaksikan langsung momen gol Troilo yang mengubah jalannya pertandingan. Meski kecewa, Gabbia meminta timnya tidak terjebak dalam polemik.
“Kami kecewa dengan hasil ini. Namun kami tidak bisa membuang energi untuk hal-hal seperti ini. Wasit berusaha melakukan yang terbaik, dan situasi di lapangan tidak selalu mudah,” ujarnya.
Baca juga: AC Milan Menangi Derby Milan, Gol Estupinan Tumbangkan Inter 1-0
Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah memperbaiki performa, bukan memperpanjang kontroversi. “Tidak ada gunanya menciptakan kontroversi sekarang. Kami harus fokus pada apa yang bisa kami kendalikan,” tambahnya.
Kekalahan dari Parma kembali membuka persoalan klasik Milan musim ini: inkonsistensi saat menghadapi tim papan bawah. Secara kualitas, Rossoneri di atas kertas lebih unggul, namun kerap gagal memaksimalkan peluang.
Meski demikian, Gabbia menilai sulit mencari pola pasti dari hasil-hasil tersebut. Ia mencontohkan bahwa Milan juga pernah tampil meyakinkan saat melawan tim yang tidak difavoritkan seperti Cagliari atau Verona.
Baca juga: Milan Tundukan Cremonese, Kiper Timnas Audero Tampil Gemilang
“Kami pernah memainkan pertandingan hebat melawan tim-tim seperti itu. Sayangnya malam ini kami tidak mampu mencetak gol dan membawa pulang tiga poin,” tutupnya.
Kini Milan dituntut segera bangkit jika tak ingin semakin tertinggal dalam persaingan papan atas Serie A musim ini.
Editor : Redaksi
