Angin puting beliung disertai hujan deras merusak sedikitnya 44 rumah warga di dua desa di Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3/2026) siang.
Mili.id — Angin puting beliung disertai hujan deras merusak sedikitnya 44 rumah warga di dua desa di Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3/2026) siang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan asesmen dan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerusakan serta kebutuhan penanganan darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tulungagung, Teguh Abianto, menyatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Hujan deras dan angin kencang dilaporkan hampir merata di sejumlah wilayah kabupaten.
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Kota-Kabupaten Jawa Timur pada 25 September 2025
“Kami menerima laporan jika angin kencang tadi siang berdampak pada dua desa di Tulungagung yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga,” ujar Teguh, Selasa (3/3/2026).
Dua desa yang terdampak yakni Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, dan Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 38 rumah rusak berada di Desa Tanjungsari, sedangkan enam rumah rusak ringan tercatat di Desa Plosokandang.
Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah, termasuk genteng dan lembaran asbes yang terlepas akibat terpaan angin. Selain itu, dua rumah dilaporkan rusak karena tertimpa pohon tumbang, masing-masing satu unit di setiap desa terdampak.
Baca juga: Puting Beliung Terjang Situbondo, 8 Rumah Warga Rusak
“Untuk rumah rusak akibat pohon tumbang itu di Desa Tanjungsari satu rumah dan di Desa Plosokandang juga ada satu rumah. Sisanya rusak bagian atapnya karena angin kencang,” kata Teguh.
BPBD Tulungagung bersama unsur terkait melakukan evakuasi material pohon tumbang serta pengamanan struktur bangunan yang terdampak. Setelah proses evakuasi, petugas melanjutkan pendataan kerusakan sebagai dasar penentuan langkah penanganan dan kemungkinan bantuan.
Meski demikian, BPBD memastikan sebagian besar rumah yang terdampak masih dalam kondisi layak huni. Untuk rumah dengan atap terbuka atau kerusakan signifikan pada penutup bangunan, warga diminta mengungsi sementara apabila terjadi hujan lanjutan guna menghindari risiko keselamatan.
Baca juga: Puting Beliung di Jember Berdampak Puluhan Rumah Ambruk dan Pohon Tumbang
“Tadi ada beberapa rumah yang atapnya terbuka karena genteng atau asbesnya terbawa angin, tetapi tidak banyak. Kalau yang bagian atapnya terbuka itu kami minta untuk mengungsi terlebih dahulu jika terjadi hujan,” ujar Teguh.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Pemerintah daerah melalui BPBD masih mengonsolidasikan data akhir serta memetakan kebutuhan logistik, sesuai prosedur penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam kerangka penanganan darurat daerah.
Editor : Redaksi
