Pneumonia Turun, Dewan: Tetap Waspada, Dorong Galakkan Sosialisasi

Pneumonia Turun, Dewan: Tetap Waspada, Dorong Galakkan Sosialisasi © mili.id

Khusnul Khotimah foto for mili.id

Mili.id - Kendati Pneumonia atau infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Kota Pahlawan turun, Namun, Ketua Komisi D Khusnul Khotimah mengimbau tetap waspada.

Maka, Khusnul mendorong Puskesmas di tingkat kelurahan serta kader kesehatan turut mensosialisasikan Pneumonia tersebut. "Memang harus dilakukan sosialisai secara masif lagi," tegas Khusnul, saat dikonfirmasi Mili.id

Khusnul menjabarkan, sosialisasi perlu juga dilakukan dengan memasang poster yang ditempel di balai RT/RW, mengingat tidak semua warga, utamanya orang tua melek digitalisasi. "Saat mereka melakukan layanan, warga sambil baca dan kemudian paham," jelasnya.

Di samping itu, imbuh Khusnul perlu digalakkan pula kerja bakti dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk, untuk menciptakan kesehatan lingkungan. Kemudian mengendalikan diri, anak-anak agar tidak terjangkit penyakit Pneumonia.

"Sehingga berbahaya atau tidak, kita lihat rekap medis selanjutnya," ucap Khusnul.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya dilakukan sosialisasi deteksi, dengan program penguatan identifikasi, preventif, akuratif yang dilakukan  Puskesmas dan kader kesehatan.

"Turun ke masyarakat, mengimbau menjaga kebersihan dan lingkungan dengan pola hidup sehat dan bersih." demikian beber Khusnul.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, berdasarkan data Kemenkes perkiraan kasus Pneumonia pada balita di Kota Surabaya sebanyak 12.900.

“Kasus Pneumonia pada balita di tahun 2021 sebesar 8.760, sedangkan di tahun 2022 per bulan Agustus sebesar 8.080. Total kasus pada semua usia di tahun 2021 sebesar 17.693, sedangkan tahun 2022 per Agustus sebesar 11.512,” jelasnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Surabaya Segera Evaluasi dan Sanksi Tegas Spa Bermasalah

Copyright © Mili.id 2022

Baca juga: SPMB 2026, DPRD Surabaya Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Editor : Redaksi



Berita Terkait