Mili.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan penanganan ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan. Hingga April 2026, total tangkapan ikan invasif tersebut telah mencapai lebih dari 10 ton dari berbagai wilayah di ibu kota.
Dilansir dari Detik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebutkan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari operasi penangkapan serentak di lima wilayah, termasuk kegiatan lanjutan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan beberapa hari setelah operasi utama.
Baca juga: PLN UP3 Surabaya Selatan Perkuat Capaian PLN dalam Peduli Lingkungan melalui Aksi Penanaman Pohon
Penangkapan besar-besaran ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai spesies invasif dan mampu bertahan di perairan tercemar, sehingga mengancam keberadaan ikan lokal.
Dalam proses pemusnahan, Pemprov DKI menerapkan prosedur operasional standar (SOP) untuk memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan. Ikan yang telah ditangkap dipastikan mati terlebih dahulu dengan cara dibelah atau dipatahkan lehernya. Setelah itu, bangkai ikan dimasukkan ke dalam karung tertutup sebelum akhirnya dikubur di lokasi yang telah ditentukan.
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Tiang Beton Saat Pembongkaran Gedung DLH Jakarta, Satu Petugas Terluka
Langkah ini dilakukan untuk menjawab kritik masyarakat terkait praktik penguburan ikan dalam kondisi belum mati. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memperbaiki metode penanganan agar lebih manusiawi dan sesuai standar.
Di sisi lain, muncul sejumlah usulan pemanfaatan ikan sapu-sapu agar tidak sekadar dimusnahkan. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut di Brasil ikan jenis ini pernah diolah menjadi arang. Selain itu, ada pula gagasan untuk menjadikannya pakan atau pupuk, meski masih perlu kajian lebih lanjut.
Baca juga: Jumhur Hidayat Soroti Hambatan Struktural dalam Mitigasi Karhutla Nasional
Meski demikian, hingga kini ikan sapu-sapu belum dapat dimanfaatkan secara luas karena kandungan logam beratnya dinilai melebihi ambang batas aman, sehingga berisiko jika dikonsumsi atau digunakan sebagai bahan pakan.
Pemerintah memastikan operasi penangkapan dan penanganan ikan sapu-sapu akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta.
Editor : Redaksi
