Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan akan menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi siklus El Nino yang berpotensi berlangsung panjang di Indonesia. Pernyataan itu disampa
Mili.id — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan akan menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi siklus El Nino yang berpotensi berlangsung panjang di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan usai resmi menjabat di kantor Kementerian LH, Jakarta Selatan, Rabu (29/4).
Dilansri dari Detik, Jumhur menegaskan mitigasi karhutla menjadi prioritas jangka pendek kementeriannya. Ia menyebut upaya tersebut akan dilakukan secara serius dengan melibatkan wakil menteri serta dukungan lintas pihak guna menekan dampak El Nino seminimal mungkin.
Baca juga: El Nino Menguat, Pakar Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana
“Mitigasi tentang kebakaran hutan itu harus dilakukan dengan betul-betul serius,” kata Jumhur dalam keterangannya.
Secara kronologis, pernyataan ini muncul setelah proses serah terima jabatan Menteri LH yang menandai awal masa kerja Jumhur. Dalam tahap awal tersebut, ia mengaku telah menerima laporan terkait berbagai kendala dalam pelaksanaan mitigasi karhutla di lapangan. Ia menilai sejumlah metode pencegahan sebenarnya telah tersedia, namun implementasinya belum berjalan optimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Jumhur menyatakan akan mengambil peran kepemimpinan langsung untuk memastikan kesiapan mitigasi disusun lebih matang. Ia menargetkan upaya tersebut dapat menekan risiko kebakaran hutan selama periode El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Baca juga: Pemkab Bandung Perkuat Mitigasi Kekeringan Antisipasi El Nino 2026
Selain itu, Kementerian LH juga akan memperkuat intervensi terhadap pemegang konsesi lahan serta kawasan hutan yang dikelola masyarakat, termasuk masyarakat adat. Kebijakan ini mencakup rencana dukungan pendanaan untuk infrastruktur pencegahan seperti pembuatan sekat kanal atau genangan air guna menjaga kelembapan lahan.
Dari sisi kebijakan lintas sektor, langkah Kementerian LH ini sejalan dengan pendekatan preventif yang juga dikembangkan pemerintah dalam menghadapi ancaman El Nino. Sebelumnya, pemerintah melalui kementerian teknis dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat koordinasi, termasuk penggunaan teknologi seperti operasi modifikasi cuaca untuk mencegah karhutla sejak dini.
Baca juga: Hadapi Ancaman “Godzilla El Nino”, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman
Namun demikian, efektivitas kebijakan ini masih bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan, terutama pada aspek pengawasan konsesi dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lahan. Jumhur sendiri mengakui adanya hambatan struktural yang selama ini membuat berbagai strategi mitigasi tidak berjalan maksimal.
Sebagai catatan, fenomena El Nino secara umum berkaitan dengan peningkatan suhu permukaan laut yang dapat memicu kekeringan dan memperbesar risiko kebakaran hutan di Indonesia. Oleh karena itu, kesiapan mitigasi dinilai menjadi faktor kunci dalam menekan dampak lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
Editor : Redaksi
