Mili.id — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih melalui reshuffle jilid V dengan melantik enam pejabat baru di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Langkah ini menandai penyegaran strategis di sejumlah posisi kunci, mulai dari kementerian hingga lingkar inti kepresidenan.
Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Tokoh yang dikenal sebagai aktivis buruh tersebut menggantikan Hanif Faisol, yang kini bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Baca juga: Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Harus Jadi Pelindung Rakyat dan Kompas Moral Bangsa
Di sektor komunikasi dan pengendalian isu strategis, terjadi rotasi penting pada posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat KSP, kini dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI). Posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Dudung Abdurachman, yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Sementara itu, penguatan di lingkar dalam istana juga terlihat dari kembalinya Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Di sisi lain, Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kini ditugaskan memimpin Badan Karantina Indonesia.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan 2.600 Akademisi, Dorong Kampus Jadi Motor Kemajuan Bangsa
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden. Keenam pejabat tersebut berkomitmen menjalankan tugas dengan integritas, menjunjung tinggi konstitusi, serta mengedepankan tanggung jawab dalam setiap kebijakan yang diambil.
Reshuffle ini berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 50/TPA hingga 53/P Tahun 2026, yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan pejabat di lingkungan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Baca juga: Prabowo Kunjungi Madura, Resmikan Ribuan Kilometer Jalan dan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU
Perombakan ini dinilai sebagai upaya memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus merespons dinamika nasional yang terus berkembang, khususnya dalam sektor lingkungan hidup, komunikasi publik, dan ketahanan pangan.
Editor : Redaksi
