Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan klaim ambisius soal penguatan ekonomi desa. Melalui program Koperasi Desa Merah Putih
Mili.id - Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan klaim ambisius soal penguatan ekonomi desa. Melalui program Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah menargetkan terbentuknya puluhan ribu koperasi yang diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut akan ada sekitar 81 ribu koperasi desa yang beroperasi di seluruh Indonesia. Jika setiap koperasi mempekerjakan rata-rata 18 orang, maka total lapangan kerja yang tercipta bisa mencapai lebih dari 1 juta orang.
Tak hanya sekadar lembaga simpan pinjam, koperasi ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa. Fasilitasnya disebut lengkap, mulai dari gudang, cold storage (pendingin), gerai distribusi, hingga kendaraan operasional untuk mendukung rantai pasok lokal.
Program ini juga akan dimulai secara bertahap. Dalam waktu dekat, sekitar 1.000 koperasi akan diresmikan, lalu disusul puluhan ribu lainnya dalam beberapa bulan berikutnya.
Baca juga: Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tinjau Pasukan di Satlat Brimob Cikeas
Lebih jauh, Prabowo bahkan menantang publik untuk melihat sejarah global, dengan menyatakan bahwa pembangunan puluhan ribu koperasi dalam waktu singkat merupakan hal yang belum pernah terjadi di negara lain.
Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah pedesaan. Selain membuka lapangan kerja, program ini juga diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, menstabilkan harga, serta memberi kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Baca juga: Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Harus Jadi Pelindung Rakyat dan Kompas Moral Bangsa
Dengan target besar ini, pemerintah tampaknya ingin menjadikan desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Editor : Redaksi
