Presiden Prabowo Subianto menegaskan visi besar dan dedikasinya bagi masa depan Indonesia saat meresmikan groundbreaking proyek hilirisasi di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Mili.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan visi besar dan dedikasinya bagi masa depan Indonesia saat meresmikan groundbreaking proyek hilirisasi di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan keinginan mendalam untuk menyaksikan Indonesia yang makmur dan dihormati oleh bangsa lain di kancah dunia.
Dengan nada penuh semangat, Presiden mengutip lirik lagu favoritnya yang berjudul "Pertemuan" sebagai cerminan ambisinya. "Saya ingin hidup seribu tahun lagi, karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati dan dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain," ujar Prabowo di hadapan para hadirin.
Baca juga: Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Harus Jadi Pelindung Rakyat dan Kompas Moral Bangsa
Optimisme dari Generasi Muda
Di sela kunjungan kerjanya, Prabowo juga menyempatkan diri menyapa para pelajar di sebuah SMA di Cilacap. Pertemuan tersebut memberikan energi positif tersendiri bagi Presiden. Ia mengaku sangat optimistis melihat semangat dan kecerahan wajah para pelajar, yang menurutnya menjadi bukti nyata bahwa masa depan Indonesia berada di tangan yang tepat.
"Masa depan kita bagus. Kita kompak, kita bersatu," kata Presiden dengan penuh keyakinan.
Persatuan di Atas Keberagaman
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan pesan penting mengenai kebhinekaan. Ia mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, Presiden menekankan bahwa keberagaman suku, etnis, dan latar belakang adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan 2.600 Akademisi, Dorong Kampus Jadi Motor Kemajuan Bangsa
"Jangan lihat latar belakang, jangan lihat suku, jangan lihat kelompok etnis. Perbedaan adalah kekayaan," tegasnya.
Prabowo mengajak masyarakat untuk saling menutup kekurangan, saling mengingatkan jika ada kesalahan, dan segera mengoreksi kelalaian. Baginya, tujuan utama dari persatuan adalah demi kebaikan dan kejayaan bangsa.
Peringatan Pentingnya Menjaga Perdamaian
Baca juga: Prabowo Kunjungi Madura, Resmikan Ribuan Kilometer Jalan dan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU
Selain menyinggung soal hilirisasi dan persatuan, Prabowo memberikan refleksi serius mengenai pentingnya menjaga perdamaian di dalam negeri. Ia membandingkan kondisi stabilitas Indonesia dengan sejumlah negara yang saat ini masih dirundung konflik berkepanjangan.
Presiden menyebutkan beberapa negara seperti Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, Irak, Afghanistan, hingga Baluchistan sebagai pengingat betapa "mahalnya" harga sebuah perdamaian.
"Lihat berita tiap hari. Mana negara yang tidak perang? Kita jaga bangsa kita," pungkas Presiden, seraya menutup pesannya dengan ajakan agar seluruh rakyat Indonesia tetap waspada dan berkomitmen merawat kedamaian nasional.
Editor : Redaksi
