Mili.id – Pelatih meluapkan kemarahan usai timnya, , hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan pada leg pertama semifinal , Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan penalti kedua Arsenal menjadi sorotan utama dalam laga tersebut.
Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti pada menit ke-44. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah menyamakan kedudukan untuk Atletico di babak kedua.
Baca juga: Arsenal Kunci Tiket Final Liga Champions Usai Tumbangkan Atletico Madrid
Kontroversi muncul saat Arsenal kembali mendapat peluang penalti setelah dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Wasit awalnya menunjuk titik putih, namun keputusan itu dianulir setelah peninjauan VAR. Momen tersebut langsung memicu protes keras dari kubu Arsenal.
Arteta menilai keputusan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menyebut tidak ada kesalahan “jelas dan nyata” yang seharusnya menjadi alasan intervensi VAR. Menurutnya, pembatalan penalti itu sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Baca juga: Arsenal Kian Tak Terbendung, Puncak Klasemen Makin Kokoh di Pekan Krusial Premier League
“Keputusan itu mengubah pertandingan. Di level seperti ini, hal tersebut tidak boleh terjadi,” tegas Arteta.
Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu juga mempertanyakan proses peninjauan yang dinilai terlalu lama. Ia menilai adanya kontak yang cukup jelas seharusnya membuat keputusan awal tetap dipertahankan.
Baca juga: Manchester City Rebut Puncak, Haaland Tegaskan: Kemenangan Lebih Penting dari Segalanya
Hasil imbang ini membuat peluang Arsenal untuk melaju ke final masih terbuka lebar, mengingat mereka akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua. Namun, Arteta menegaskan bahwa insiden tersebut bisa menjadi faktor penentu dalam persaingan dua leg yang sangat ketat.
Ia menambahkan bahwa timnya telah berjuang keras sepanjang musim untuk mencapai fase ini, sehingga keputusan kontroversial seperti itu terasa sangat merugikan.
Editor : Redaksi
