Mili.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen memperkuat kualitas pendidikan nasional dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei 2026. Fokus utama diarahkan pada penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) serta lima kebijakan strategis untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upacara Hardiknas, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang berlandaskan nilai asah, asih, dan asuh sebagaimana diajarkan Ki Hajar Dewantara.
Menurutnya, pendidikan menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul, sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, serta visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Sebagai langkah konkret, pemerintah menerapkan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kualitas proses belajar di kelas. Program ini didukung lima kebijakan strategis yang mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter, peningkatan capaian pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan,” ujarnya.
Pada aspek infrastruktur, pemerintah mencatat telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025. Selain itu, digitalisasi pembelajaran melalui papan interaktif telah menjangkau lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik juga terus dilakukan. Pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki kualifikasi Diploma IV atau Strata 1 melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Program ini menyasar 12.500 guru pada 2025 dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026.
Selain itu, guru juga mendapatkan pelatihan di berbagai bidang, mulai dari pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah. Pemerintah juga meningkatkan tunjangan sertifikasi serta memberikan insentif bagi guru honorer.
Baca juga: Wali Kota Depok Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pendidikan Berkualitas
Penguatan karakter menjadi fokus berikutnya melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI). Sejumlah program dijalankan, seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, Pagi Ceria, kegiatan Pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman.
Dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pemerintah menguatkan gerakan literasi dan numerasi, pengembangan STEM, serta penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat ukur capaian siswa dan evaluasi mutu pendidikan.
Sementara itu, akses pendidikan diperluas melalui berbagai skema fleksibel seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, hingga komunitas belajar. Layanan pendidikan inklusif juga diperkuat bagi anak berkebutuhan khusus melalui pengembangan sekolah inklusi dan sekolah luar biasa berbasis masyarakat.
Pemerintah menilai, dalam 18 bulan terakhir telah diletakkan fondasi “pendidikan bermutu untuk semua” melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan mitra nasional maupun internasional.
Menutup pidatonya, Menteri menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya juga menyerahkan penghargaan kepada para pelajar berprestasi Kota Surabaya dalam rangka peringatan Hardiknas 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Editor : Redaksi
