Cemburu dan Masalah Ekonomi Berujung Maut, Menantu di Mojokerto Tega Bunuh Mertua dan Aniaya Istri

Cemburu dan Masalah Ekonomi Berujung Maut, Menantu di Mojokerto Tega Bunuh Mertua dan Aniaya Istri © mili.id

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha saat konferensi pers, Kamis (7/5/2026).

Mili.id – Kasus tragis yang mengguncang warga Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mulai terkuak. Polisi mengungkap motif di balik aksi brutal Satuan (43), pria yang tega menganiaya istrinya sendiri hingga membunuh ibu mertuanya, Rabu (6/5/2026) pagi.

Dalam kejadian berdarah tersebut, Siti Arofah (54) tewas di lokasi dengan luka parah di bagian leher. Sementara Sri Wahyuni (35), istri pelaku, mengalami luka berat dan kini masih menjalani perawatan intensif.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha menjelaskan, pelaku sempat melarikan diri usai kejadian. Namun, beberapa jam kemudian polisi berhasil menangkapnya saat hendak kabur ke Surabaya.

“Tim gabungan Opsnal Jatanras dan Resmob Satreskrim Polres Mojokerto melakukan pengejaran setelah mendapat informasi pelaku menuju Surabaya. Sekitar pukul 13.30 WIB, tersangka berhasil diamankan dengan bantuan Polsek Asemrowo,” ujar Andi, Kamis (7/5).

Diketahui, sehari-hari tersangka bekerja sebagai penjual mainan keliling sekaligus pengamen badut di wilayah Mojokerto. Dari hasil pemeriksaan sementara, rumah tangga pelaku dan istrinya disebut sudah lama tidak harmonis.

Pertengkaran dipicu rasa cemburu pelaku yang menuduh istrinya berselingkuh. Kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil juga memperkeruh hubungan keduanya.

“Pelaku merasa cemburu terhadap istrinya dan menganggap istrinya bertanggung jawab atas persoalan rumah tangga mereka,” jelas Kapolres.

Selain itu, polisi juga menemukan adanya persoalan ekonomi yang disebut menjadi tekanan berkepanjangan dalam keluarga tersebut.

“Di keluarga ini tampak ada disparitas ekonomi yang menjadi akumulasi masalah dalam waktu lama hingga akhirnya memicu tindak pidana,” tambahnya.

Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL

Tak hanya dengan istrinya, hubungan pelaku dengan ibu mertuanya juga dikabarkan kurang baik. Pelaku mengaku kerap diusir dan tidak diperbolehkan tinggal serumah bersama istrinya.

Sebelum kejadian, pelaku dan Sri Wahyuni sempat terlibat cekcok di dalam rumah. Emosi pelaku memuncak hingga melakukan penganiayaan terhadap istrinya.

Di tengah aksi kekerasan itu, Siti Arofah datang dari arah pintu belakang dan memergoki kejadian tersebut. Diduga panik karena aksinya diketahui, pelaku kemudian menyerang ibu mertuanya secara brutal.

“Pelaku menusukkan pisau sebanyak tiga kali dan menggorok leher korban dua kali,” terang Andi.

Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga

Usai kejadian, Sri Wahyuni langsung dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara jenazah Siti Arofah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong guna proses autopsi.

“Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat luka sobek di bagian leher,” ungkap Kapolres.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau dapur, pakaian korban dan pelaku yang berlumuran darah, serta satu unit telepon genggam.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat Pasal 466 ayat (2) KUHP, Pasal 44 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, serta Pasal 458 ayat (1) KUHP.

Editor : Redaksi



Berita Terkait