Jakarta

Jejak “Universitas Kuno” Nusantara: Sriwijaya Disebut Pusat Pendidikan Dunia Jauh Sebelum Oxford Berdiri

Jejak “Universitas Kuno” Nusantara: Sriwijaya Disebut Pusat Pendidikan Dunia Jauh Sebelum Oxford Berdiri © mili.id

Mili.id – Jauh sebelum sistem pendidikan modern dikenal, wilayah Nusantara diduga telah memiliki pusat pembelajaran berskala internasional yang disegani dunia. Kerajaan Sriwijaya yang berjaya sejak abad ke-7 M disebut bukan hanya sebagai kekuatan maritim, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama Buddha yang menarik pelajar dari berbagai negara.

Temuan ini merujuk pada catatan sejarawan M.D. Poesponegoro dan N. Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno (2010) yang menyebut Sriwijaya telah menjadi pusat studi Buddha yang terkenal sejak abad ke-7 M, jauh lebih tua dibandingkan University of Oxford yang berdiri pada tahun 1096 M.

Baca juga: Museum Nasional Rayakan HUT ke-248 Lewat Pameran Lampu dan Numismatik

Sejumlah catatan sejarah menyebut banyak pelajar dari berbagai wilayah Asia datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan agama Buddha. Salah satu tokoh yang tercatat pernah belajar di wilayah ini adalah biksu asal Tiongkok, I-Tsing, yang menetap di Sriwijaya pada tahun 671 M untuk memperdalam bahasa Sanskerta.

Dalam catatan sejarah lainnya, Sriwijaya juga memiliki hubungan akademik dengan pusat pendidikan besar di India, yakni Nalanda. Banyak biksu Sriwijaya merupakan lulusan Nalanda, sehingga kualitas pengajarannya dinilai setara dengan pusat studi Buddha paling prestisius pada masa itu.

Baca juga: Pakar Soal Wacana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia: Harus Objektif, Jangan Politis

Peneliti John Miksic dalam kajiannya Archaeological Evidence for Esoteric Buddhism in Sumatra, 7th to 13th Century (2016) juga menjelaskan bahwa Sriwijaya menjadi tempat belajar penting bagi tokoh besar seperti Atisha Dipamkara, yang kemudian berperan menyebarkan ilmu dari Nusantara ke India setelah menimba ilmu di Sumatera selama belasan tahun.

Meski demikian, kejayaan Sriwijaya sebagai pusat ilmu pengetahuan akhirnya runtuh pada abad ke-13 akibat konflik internal serta serangan dari kekuatan besar seperti Majapahit dan Colamanda. Runtuhnya kerajaan ini sekaligus mengakhiri peran Sriwijaya sebagai salah satu pusat pendidikan penting di dunia kuno.

Baca juga: Ternyata Charlie Chaplin Pernah Main ke Surabaya


Dilansir dari CNBC Indonesia:
CNBC Indonesia - Sriwijaya Pusat Pendidikan Tertua

Editor : Redaksi



Berita Terkait