Sumatera

Zulhas Janji Penuhi Semua Kebutuhan Aceh untuk Swasembada Pangan: Cetak Sawah hingga Irigasi Siap Didukung

Zulhas Janji Penuhi Semua Kebutuhan Aceh untuk Swasembada Pangan: Cetak Sawah hingga Irigasi Siap Didukung © mili.id

Ketua Umum PAN sekaligus Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zilhas) saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus DPW PAN Aceh dan DPD PAN se-Aceh, di Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).

Mili.id-Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh Aceh dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Dukungan tersebut mencakup penyediaan pupuk, pembangunan irigasi, hingga program cetak sawah baru sesuai kebutuhan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan usai melantik pengurus DPW PAN Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Kabar Gembira, Bantuan Pangan Beras Dilanjut hingga Desember 2025

"Gabah, pupuk, irigasi, cetak sawah baru, berapa pun permintaan Aceh kita layani," tegas pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini menempatkan kepentingan rakyat kecil sebagai prioritas utama, terutama petani, nelayan, dan peternak yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Zulhas menjelaskan bahwa selama hampir tiga dekade Indonesia terlalu bergantung pada konsep pasar bebas dalam pengelolaan pangan. Akibatnya, ketika produksi dalam negeri tidak mencukupi, solusi yang ditempuh adalah impor.

Namun paradigma tersebut kini berubah. Presiden Prabowo, kata Zulhas, menegaskan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui swasembada pangan.

"Bagi Pak Prabowo, pangan bukan sekadar soal beras. Di dalamnya ada nasib jutaan petani, nelayan, dan peternak. Kedaulatan pangan adalah kehormatan bangsa," ujarnya.

Ia mengklaim berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah menaikkan harga gabah, memperbesar subsidi pertanian, serta menyederhanakan berbagai layanan bagi petani.

Baca juga: Menko Zulhas Minta Para Kepala Daerah Jadi Mandor Bahan Pokok Jelang Lebaran 2025

Menurut Zulhas, kebijakan tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi nasional sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras.

Selain menyoroti sektor pangan, Zulhas juga mengkritik praktik ekonomi yang dinilai terlalu memberi ruang bagi dominasi perusahaan-perusahaan besar, termasuk perusahaan asing, dalam sektor strategis nasional.

Ia mencontohkan industri peternakan ayam, produksi tahu-tempe, hingga industri makanan olahan yang menurutnya saat ini banyak dikuasai oleh segelintir perusahaan besar.

Kondisi serupa, lanjutnya, juga terjadi dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menilai selama ini terlalu banyak izin usaha yang diberikan sehingga keuntungan lebih banyak dinikmati kelompok tertentu, sementara masyarakat sekitar belum merasakan manfaat secara optimal.

Baca juga: Apresiasi Menko Pangan Zulhas Apresiasi untuk Urban Farming di Surabaya

"Emas, nikel, batu bara, dan berbagai kekayaan alam lainnya adalah milik negara yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," katanya.

Zulhas menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo tengah berupaya menata ulang berbagai sektor strategis agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat luas. Menurutnya, perubahan tersebut tidak mudah karena akan menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati sistem lama.

Meski demikian, ia optimistis reformasi di sektor pangan dan pengelolaan sumber daya alam akan membawa Indonesia menuju negara yang lebih adil, setara, dan maju.

"Kalau kita bisa melewati masa perubahan ini, Indonesia akan menjadi negara yang adil, setara, dan maju. Karena itu kami terus mendukung agenda perubahan yang dijalankan Presiden Prabowo," pungkas Zulhas.

Editor : Muhammad



Berita Terkait