Belanja Negara 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp3.942 Triliun

Belanja Negara 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp3.942 Triliun © mili.id

Mili.id – Pemerintah memproyeksikan realisasi belanja negara pada 2026 mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6 persen dari pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Proyeksi tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI.

Menurut Purbaya, kenaikan belanja negara diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga stabilitas harga pangan, mempertahankan daya beli masyarakat, mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, serta penambahan dana otonomi khusus.

Baca juga: BGN Pastikan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Transparan dan Diawasi Berlapis

Pemerintah juga telah memperhitungkan tambahan anggaran sebesar Rp132 triliun untuk memenuhi kewajiban pembayaran subsidi dan kompensasi. Selain itu, dilakukan pergeseran anggaran antara Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dan Bagian Anggaran Kementerian/Lembaga (BA K/L) guna memperkuat layanan publik, termasuk jaminan sosial kesehatan.

Secara rinci, belanja pemerintah pusat diproyeksikan mencapai Rp3.245,5 triliun atau sekitar 103 persen dari pagu APBN, sedangkan transfer ke daerah diperkirakan sebesar Rp696,9 triliun atau 100,6 persen dari target.

Di sisi lain, pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN 2026. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN diperkirakan berada di angka Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang masih berada di bawah batas maksimal 3 persen sesuai ketentuan undang-undang.

Purbaya menyatakan pemerintah tetap berupaya menjaga disiplin fiskal dan optimistis defisit anggaran masih dapat ditekan hingga berada di bawah proyeksi tersebut.

Editor : Redaksi



Berita Terkait