Ais Shafiyah Desak Soewandhie Benahi Pelayanan Farmasi Segera Sekarang

Ais Shafiyah Desak Soewandhie Benahi Pelayanan Farmasi Segera Sekarang © mili.id

Mili.id – Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, mendorong RSUD dr. Mohamad Soewandhie menerapkan sistem pemantauan waktu tunggu obat berbasis aplikasi secara real-time.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Buleks Desak Evaluasi Total Direksi BUMD Surabaya Segera Dilakukan

Menurut Ais, antrean pengambilan obat yang memakan waktu lama masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan pasien. Karena itu, ia meminta manajemen rumah sakit mengadopsi sistem serupa yang telah diterapkan di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).

"Kami mendorong agar diterapkan sistem pemantauan waktu tunggu berbasis aplikasi seperti di RSUD BDH. Dengan begitu, proses pelayanan dapat dipantau secara real-time dan jauh lebih transparan," ujar Ais, Rabu (15/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan pentingnya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di instalasi farmasi rumah sakit.

Berdasarkan ketentuan, waktu tunggu pelayanan obat nonracikan maksimal 15 menit, sedangkan obat racikan maksimal 30 menit.

Namun, menurutnya, standar tersebut masih kerap tidak terpenuhi sehingga memicu ketidakpuasan masyarakat. Bahkan, ia mengaku menerima banyak aduan dari warga Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang memilih berobat ke rumah sakit lain meski lokasinya lebih jauh karena menilai pelayanan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie belum optimal.

"Saya menerima cukup banyak keluhan dari masyarakat, khususnya warga Dapil 1. Karena merasa pelayanan di RSUD dr. Soewandhie belum optimal, mereka justru memilih berobat ke RSUD lain yang jaraknya lebih jauh. Kondisi ini tentu harus menjadi bahan evaluasi bersama secara serius," tegasnya.

Baca juga: Cak Yebe Dukung Sidak Eri, Ingatkan Etika Penanganan ASN

Ais menilai berbagai masukan dari masyarakat harus menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi pelayanan, sistem antrean, maupun kualitas sumber daya manusia.

"Harapannya, RSUD dr. Soewandhie dapat terus melakukan pembenahan agar kembali menjadi rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan cepat, ramah, profesional, dan yang terpenting mampu meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat," pungkasnya.

Dorongan DPRD tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Surabaya yang sebelumnya melakukan evaluasi langsung terhadap pelayanan rumah sakit.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. Mohamad Soewandhie setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan pengaduan resmi.

Baca juga: Anas Karno Dorong Gen Z Bangun Ekonomi Kreatif Kampung

"Jadi kami habis menerima aduan di hotline terkait pelayanan Rumah Sakit Soewandhie," kata Eri Cahyadi usai sidak.

Dalam inspeksi tersebut, Eri mengevaluasi langsung alur pelayanan farmasi, sistem antrean pasien, hingga kapasitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Evaluasi itu diharapkan menjadi langkah awal pembenahan agar kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie semakin cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait