Petugas memperlihatkan barang bukti dari tangan tersangka yang bekerja sebagai ojol. (Raka/mili.id)
Malang - Satresnarkoba Polresta Malang Kota menangkap A (23), yang berkerja sebagai driver ojek online (ojol).
Ketika digeledah dari tangan tersangka disita narkoba jenis sabu seberat setengah kilogram, ganja hampir 1 kilogram dengan rincian berat 921 gram, dan inex sebanyak 27 butir yang kini dijadikan barang bukti.
Baca juga: Polisi Sahabat ABK, AKP Totok Edukasi Pencegahan Asusila dan Bullying ke Siswa SLB-B YPTB Malang
"Dari barang bukti yang kita amankan bila diuangkan mencapai Rp 650 juta. Petugas terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap siapa bandar atau pengendali barang haram tersebut. Kalau pengakuannya dapat dari luar kota," kata Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Eka Wira Darma, Senin (3/07/2023).
Dalam penyidikan dijelaskan pelaku bila akan mengirimkan barang haram tersebut di sekitaran Kota Malang. Tersangka mengaku mendapat barang terlarang itu dari orang yang dikenal melalui media sosial.
"Pengakuannya pelaku sudah tiga kali menjadi kurir dari bandarnya. Jadi beberapa kali dia sudah mendapatkan upah," katanya.
Baca juga: Road Map Pesantren Tangguh Bencana Digulirkan, Jatim Perkuat Tim PESTANA di Seluruh Daerah
Ditambahkan kasat bila ada dugaan kuat pelaku mendapat barang dari salah satu bandar besar jaringan Jawa Timur. Karena berdasarkan keterangan tersangka, indikasinya beda kota, bukan di Kota Malang.
Kini petugas masih mengebangkan kasus ini, salah satunya dengan memeriksa rekam jejak digital dari HP milik tersangka. Sehingga jaringan tersangka bisa dilibas.
Baca juga: Siapkan Generasi Job Creator, Kepala Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Usaha
"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal 10 milyar," pungkasnya.
Reporter: Raka
Editor : Aris S
