Mojokerto - Tari Bedoyo Mojosakti memecahkan rekor dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diikuti sebanyak 506 siswi dari SMA, SMK dan Madrasah Aliyah yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Majafest tahun 2023 ini mengambil tema budaya atraksi seperti bantengan, tarian, ujung dan banyak lagi. Pagelaran tari Bedoyo Mojosakti ini juga memecahkan rekor dunia yang dilaksanakan di Lapangan Kawiryan, Desa Pacing, Kecamatan Bangsal.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Pemecahan rekor ini digelar dalam acara tahunan Majafest yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar).

Tak hanya 506 siswi yang menarikan tampak Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Ketua DPRD Ayni Zuroh dan Kajari Sulvia Triana Hapsari juga ikut menari.
Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar
Tari Bedoyo Mojosakti ini bermakna peran ganda seorang perempuan dan menggambarkan putri-putri masa Majapahit seperti Gayatri dan Tribhuwana Tunggadewi.
"Ini melambangkan putri-putri Majapahit bisa melaksanakan tugasnya untuk negara dan bangsa tetapi juga tugas sebagai ibu dan perempuan tetap dilaksanakan," kata Ikfina usai pemecahan rekor, Jumat (4/8/2023).
Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda
Menurut bupati perempuan Mojokerto ini, tari Bedoyo Mojosakti ini bisa dilakukan sebagai penyambutan tamu atau pada kegiatan-kegiatan pentas seni atau kebudayaan.
"Ini bisa ditampilkan atau tunjukkan karena bermakna gambaran dari putri-putri pada masa kerajaan Majapahit. Ini merupakan hal yang sangat membanggakan karena putri-putri di Kabupaten Mojokerto akhirnya bisa mengenal budaya dan tidak lepas dari kebudayaan pada masa kerajaan Majapahit," pungkasnya.
Editor : Redaksi
