Pakar IT Untag Surabaya Ingatkan Pentingnya Menerapkan Etika Teknologi Cyber

© mili.id

Surabaya - Pakar Informasi Teknologi (IT) dari Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom, PhD, ITIL, COBIT, CLA, menekankan pentingnya membuat etika teknologi cyber untuk diterapkan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Untag Surabaya itu, menjelaskan etika teknologi cyber ini merupakan seperangkat nilai prinsip moral yang digunakan untuk mengatur tindakan perilaku dalam dunia cyber.

"Mengapa etika teknologi sederhana itu penting untuk kita pelajari, karena teknologi cyber itu dapat memberikan manfaat yang besar bagi penggunanya, namun juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak diatur dengan baik," terang Supangat. Minggu (10/9/2023).

Dikatakan Supangat, teknologi cyber dalam aspek hukum, sangat berdampak pada sistem hukum. Seperti pada penggunaan bukti elektronik, jaringan komunikasi yang aman dan perangkat lunak Artificial Intelligence (AI).

"Namun tindak kejahatan dalam teknologi server seperti hacking dan pencurian identitas, dapat menimbulkan kerugian besar bagi korban dan harus dihindari. Dan hal ini pentingnya menjaga keamanan data serta privasi. Karena jika tidak memahami etika teknologi dapat terjadi peretasan perangkat seperti kebocoran data pribadi," ungkap Supangat.

Dia juga menyarankan kepada para pengguna supaya dapat mencegah suatu hal yang tidak diinginkan, supaya untuk menerapkan manajemen sandi yang kuat, dan penggunaan dua faktor autentikasi yang dapat membantu melindungi data pribadi.

"Tidak hanya itu, perlu adanya perlindungan pada obrolan online. Aplikasi obrolan harus memiliki enkripsi akhir ke akhir untuk memastikan pesan tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga," jelas Supangat lagi.

Namun demikian, perkembangan teknologi cyber juga akan membawa dampak positif. Satu diantaranya yaitu peningkatan harga informasi dan pendidikan. Kemudian akan mempercepat komunikasi dalam sebuah pekerjaan. Serta mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk sebuah bisnis dan industri.

"Sementara negatifnya, yang pertama bisa kita lihat kejahatan cyber dalam penggunaan teknologi itu dapat menyebabkan kerugian besar." katanya.

Masyarakat diharapkan juga harus paham terhadap penanggulangan kejahatan cyber. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah dengan pelatihan siber yang tepat.

"Kemudian harusnya pemerintah untuk membuat regulasi yang lebih ketat terkait dengan penggunaan teknologi yang melindungi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung," bebernya.

Sorotan tersebut sebagai upaya melihat maraknya tindak kejahatan dari media siber belakangan ini, yang harus menjadi perhatian khusus bagi instansi penegak hukum Di Indonesia. Sehingga hal ini dapat sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi cyber yang berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat saat ini.

Editor : Redaksi



Berita Terkait