APTV DIKSI dan PENS Gelar Seminar Penguatan Komersialisasi Produk Hasil Penelitian

APTV DIKSI dan PENS Gelar Seminar Penguatan Komersialisasi Produk Hasil Penelitian © mili.id

Surabaya - Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (APTV) Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbudristek, Dr. Benny Bandanadjaja, ST, MT. membuka Seminar Penguatan Komersialisasi Produk Hasil Penelitian Tahun 2023 di Ballroom Sheraton, Senin (18/9/2023).

Acara yang merupakan kerjasama APTV Diksi dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini dihadiri oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi Vokasi, Riset Grup, Penggiat UMKM dan Dunia Usaha Dunia Industri.

Baca juga: Peringkat Dunia Melesat, ITS Tembus 497 Besar di QS WUR 2027

Dalam sambutannya, Benny mengingatkan jika selama ini Perguruan Tinggi Vokasi diharapkan mampu mendukung tercapainya hilirisasi hasil penelitian, sekaligus meningkatkan HKI melalui paten hasil-hasil penelitian.

“Kita ingin memberi penghargaan lebih kepada para peneliti di Indonesia, khususnya vokasi, mengingat mereka sudah menghasilkan produk,”kata Benny.

Menurutnya para peneliti ini memerlukan banyak dukungan, di luar penghargaan yang hanya diberikan saat mereka menghasilkan produk.

"Sebetulnya potensi ekonominya sangat tinggi, misalnya melalui pendaftaran paten produk. Sehingga ketika sudah dikomersialisasikan, maka ke depan yang bersangkutan akan menerima royalti. Peneliti akan mendapat pasif income. Dan ini yang sedang kita upayakan,” imbuh Benny.

Salah satu pembicara, Moh. Haerul Amri, S.P.,M.Pd. memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat positif, mengingat kajian-kajian semacam ini sangat diperlukan guna menangkap kondisi dan permasalahan di pendidikan vokasi.

“Hal ini menjadi masukan bagi kami agar ke depannya kami di DPR, wakil rakyat dapat ikut memantau sekaligus menyiapkan regulasi yang sesuai. Tanpa kegiatan semacam ini, permasalahan tentunya akan mengendap di bawah,” kata Haerul yang juga merupakan anggota DPR RI.

Baca juga: Bakorwil Malang Tegaskan Peran Baru sebagai Katalisator Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kawasan Selatan

Baginya, kegiatan ini akan memberikan banyak catatan guna perbaikan ke depannya.

Sudah ada beberapa masukan tadi dari APTV Diksi dan juga permasalahan yang membutuhkan pemikiran di level regulasi.

Untuk itu saya juga meminta dari PENS melalui Direktur, Bapak Aliridho untuk menyiapkan kajian ilmiah sekaligus bisa kita angkat untuk audiensi dengan teman-teman di DPR RI.

"Intinya, kami akan mengupayakan regulasi terbaik untuk persoalan Kekayaan Intelektual ini,” lanjutnya.

Baca juga: Kaltim Dipuji Ramah UMKM, Menteri Maman Kaget Birokrasi Perizinan Super Cepat

Sementara itu Direktur PENS, Aliridho Barakbah, S.Kom, Ph.D sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya kampus mempunyai banyak peluang dalam mengembangkan riset sekaligus meningkatkan jejaring dengan mitra DUDI.

"Dan kami pun berupaya menciptakan Ekosistem Penelitian yang baik, dengan bekerjasama juga dengan Kemenkunham untuk menjaga kekayaan intelektual di dalam penelitian tersebut dan juga dengan pihak yang membutuhkan, yaitu masyarakat hingga Industri,” terangnya.

APTV Diksi Kemendikbud sebelumnya juga telah mengupayakan beberapa seri Bimtek mengenai penyusunan dokumen dan proposal hingga pengajuan HKI yang bekerjama dengan Kemenkumham.

Diksi juga memberikan penghargaan kepada dosen-dosen yang berhasil lolos patennya, terutama apabila produknya telah dikomersialisasikan. Maka peneliti juga akan menerima sejumlah insentif.

Editor : Redaksi



Berita Terkait