Mili.id - Memasuki musim tanam, petani di Bangkalan mengeluhkan kelangkaan pupuk, karenanya Pemkab Bangkalan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) berupaya mengatasi permasalahan tersebut.
Muara sulitnya petani mendapatkan pupuk ternyata disebabkan distributor yang telat mengirim stok pupuk yang dibutuhkan. Kasi Perencanaan Pertanian Dispertapahorbun Bangkalan, Karyadinata mengatakan, pada dasarnya pupuk di Bangkalan tidak mengalami kelangkaan karena pupuk masih tersedia.
Baca juga: Penebusan Pupuk Subsidi di Jember Capai 15.000 Ton, Tertinggi dalam Tiga Tahun
Kendati begitu, ia mengaku kendalanya terdapat dalam pendistribusian pupuk dari distributor (PT Petrokimia Gresik) ke kios-kios yang ada di daerah.
"Kalau kelangkaan di bawah kami rasa tidak hanya terjadi di Bangkalan saja, karena permasalahannya bukan di daerah, tapi di distributor yang kesulitan dalam pengirimannya," ujarnya.
Baca juga: Petani Banyuurip Gresik Keluhkan Sulitnya Akses Pupuk Subsidi, Harap Segera Ada Kios Baru
Sementara Pemkab Bangkalan masih memiliki kuota sekitar 10 ribu ton untuk masa tanam tahun 2021. Sehingga Pihaknya mendesak kepada pihak PT Petrokimia untuk mendistribusikan pupuk subsidi sebanyak 250 ton perhari.
Namun sampai saat ini distributor masih mampu mendistribusikan 100 ton perhari ke Bangkalan. "Kemarin sudah kami kirimkan surat permintaan yang kedua kepada distributor untuk memenuhi target 250 ton tersebut." beber dia
Baca juga: Kabar Gembira Bagi Petani: Kini Harga Pupuk Sudah Turun, Cek Jenisnya
Kalau target itu terpenuhi, imbuh dia maka seluruh kecamatan di Bangkalan akan mendapatkan pupuk.
"Kami akan terus evaluasi permasalahan ini agar tidak berdampak pada kualitas dan kuantitas pertanian di Bangkalan," jelasnya
Editor : Redaksi
