Surabaya Bakal Jalin Sister City dengan Sejumlah Kota di Belanda

© mili.id

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Ketua Misi (Chief of Mission) dan Kepala Hubungan Ekonomi Kedubes Kerajaan Belanda Adriaan Palm (Foto: Shella/mili.id)

Surabaya - Kota Surabaya bakal menjalin kerjasama berbagai bidang dengan Belanda, sehingga tercipta sister city di Tahun 2024.

Rencana itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai menerima kunjungan Wakil Ketua Misi (Chief Of Mission) dan Kepala Hubungan Ekonomi, Kedutaan Besar (Kedubes) Kerajaan Belanda Adriaan Palm, Rabu (13/12/2023).

Adapun program yang direncanakan antara Surabaya dan Belanda meliputi penanganan banjir, pengelolaan air bersih, transportasi hingga pariwisata.

"Dengan pertemuan hari ini kita akan melakukan kerjasama dengan Belanda. Surabaya dengan Belanda tidak jauh berbeda dalam menangani banjir, karena letaknya yang berada di pesisir. Pemkot Surabaya juga ingin berkolaborasi soal manajemen pengelolaan air yang dibuang ke sungai menjadi jernih. Karena di Surabaya juga ada susur sungai seperti kota-kota yang berada di Belanda," jelas Eri Cahyadi.

Eri Cahyadi menyebut bahwa Surabaya tidak bisa lepas dari Belanda. Sebab riol-riol (saluran) yang ada di Surabaya dibangun pada waktu Belanda. Sehingga dengan adanya kerjasama dengan Belanda, diharapkan dapat memberikan solusi untuk menangani banjir.

"Karena seperti yang kita ketahui, riol yang ada di Surabaya itu bangunan pada zaman Belanda. Sehingga saya membutuhkan integrasi riol-riol yang ada di Kota Surabaya," tegasnya.

Eri Cahyadi menyampaikan, riol yang ada di area Jalan Blauran dan Kedungdoro kondisinya telah terputus.

"Kalau itu (Belanda) sudah ada gambarnya, juga mungkin ada arsitek yang memiliki kemampuan yang sama, bisa menyelesaikan permasalah-permasalah di Surabaya," ungkap dia.

Eri Cahyadi juga menginginkan kerjasama dalam bidang heritage atau wisata kota tua. Rencananya, pemkot akan melakukan pendataan gedung-gedung peninggalan Belanda di Surabaya.

"Sehingga kita juga akan sister city di bidang pariwisata. Bagaimana cerita dan bagaimana gedung-gedung itu bisa dijadikan wisata heritage seperti yang saya sampaikan sebelumnya," jelasnya.

Eri Cahyadi berharap pertemuan kali ini bisa berlanjut hingga menjadi hubungan sister city. Sama halnya dengan hubungan sister city dari berbagai negara, seperti Tokyo-Jepang, Liverpool-Inggris, dan Busan-Korea Selatan.

"Indonesia dan Belanda punya ikatan lebih karena story (cerita sejarah). Karena itu, saya ingin (Belanda) ada hubungan sister city seperti dengan Liverpool, Inggris. Salah satu contoh nyata, adanya pertukaran pelajar," terangnya.

Sementara Wakil Ketua Misi (Chief of Mission) dan Kepala Hubungan Ekonomi Kedubes Kerajaan Belanda, Adriaan Palm juga berharap Surabaya dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan kota-kota di Belanda.

"Saat ini kita fokuskan pada MoU sister city. Kalau sudah ada hubungan ini, akan bisa menjadi seperti hubungan keluarga, sehingga bisa saling bertukar informasi dan sharing antara Kota Surabaya maupun dengan kota yang dipilih sebagai sister city," ujar Adriaan di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya.

Menurut Adriaan, Surabaya mempunyai potensi besar untuk kerjasama, sehingga di 2024 bisa melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

"Kita akan melihat kompetensi atau kesamaan antara kota yang ada di Belanda dengan Kota Surabaya. Misal, kota yang kita pilih sebagai calon sister city juga harus kita sadari bahwa program mereka juga sama dengan program lokal pemerintahan yang berada di sini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait