Reni Astuti Minta Penuhi Hak Siswa mengikuti PTM

Reni Astuti Minta Penuhi Hak Siswa mengikuti PTM © mili.id

Reni Astuti (Foto Tangkapan Layar)

Mili.id - Banyaknya laporan terkait sekolah tingkat SD maupun SMP yang belum lulus asesmen dan mendapatkan rekomendasi penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti angkat suara. 

Reni mengaku menyayangkan hal itu. Sebab Surabaya sejak September sudah masuk zona kuning. "Sangat disayangkan jika masih banyak SD/SMP yang belum lulus asesment. Ini kewajiban Pemkot dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk membantu sekolah tersebut." ujar dia. 

Baca juga: Reni Astuti Minta Anak Muda Tak Lupakan Budaya Tutur dan Srawung di Era Digital

Maka ia pun mengimbau Kepala Dinas Pendidikan lebih fokus mengurus masalah ini. 

"Kasihan anak Surabaya yang ingin segera PTM jadi tidak terlayani," tegas Reni. 

Ia menuturkan bahwa dalam SKB 4 Menteri no.23425/A5/HK.01.04/2021, pemerintah daerah wajib membantu satuan pendidikan memenuhi daftar periksa dan menyiapkan protokol kesehatan. 

"Dalam SKB 4 Menteri ini juga diatur bahwa prosedur PTM menjadi 2 model yaitu PTM masa transisi dan PTM masa kebiasaan baru." beber dia. 

Baca juga: PPN Naik 12 Persen untuk Barang Mewah, Reni Astuti: Beri Keadilan buat Rakyat

Dikatakan, bila di masa transisi kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler tidak diperbolehkan. Maka ungkap dia, di masa kebiasaan baru sudah diperbolehkan dengan prokes.  Begitu juga kantin sekolah diperboleh dibuka. 

"Dinas pendidikan agar segera mengklasifikasi sekolah kedalam  2 prosedur PTM ini." imbaunya

"Saya minta SKB 4 Mentri ini diperhatikan dan segera tindak lanjut, fokus siapkan PTM yang sehat sekaligus PJJ yang inovatif, dengan demikian semua siswa terlayani dengan baik dan aman," jelas Reni. 

Baca juga: DPRD Kota Surabaya Gelar Santunan 100 Anak Panti Asuhan

Reni mendorong dinas pendidikan lebih sigap dalam memperluas kesiapan sekolah menyelenggarakan PTM agar kesenjangan layanan pendidikan  tidak terjadi di Surabaya. 

"Sekali lagi, tolong sekolah yang dinilai dinas belum layak PTM agar dibantu." seru Reni. 

"(Mereka harus) hadir dan bantu sekolah yang masih kesulitan penuhi sarana prasarana dan kendala lainnya, agar semua siswa terlayani." pungkas Reni

Editor : Redaksi



Berita Terkait