Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat menemani Presiden Jokowi meninjau lokasi dampak erupsi Semeru/Foto akun Instagram Thoriqul Haq
Mili.id - Pasca erupsi Gunung Semeru, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan bahwa pemerintah daerah berupaya untuk memberikan pelayanan kepada para penyintas secara optimal.
Sedangkan untuk penanganan jangka pendek, menengah dan panjang warga di tempat pengungsian, Thoriq menegaskan pihaknya akan memindahkan warga yang mengungsi ke fasilitas pendidikan, seperti SD, SMP dan SMA di Lumajang.
Baca juga: Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Capai 3 Kilometer
“Tempat pengungsian sekarang berada di beberapa fasiltias umum balai desa dan kecamatan, selanjutnya akan direlokasi ke sekolah. Saat ini kami sedang menginvetaris sekolah SD, SMP dan SMA yang bisa digunakan sebagai tempat penampungan,” ujar Thoriqul.
Adapun proses relokasi pemukiman warga terdampak masih dalam proses identifikasi lokasi, yang diutamakan pada lahan milik pemerintah dan pemerintah daerah.
Di samping itu, Thoriq juga mengharap dukungan media untuk ikut mendorong semangat positif agar tercipta suasana kondusif untuk percepatan penanganan paska bencana.
Baca juga: Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Keluarkan Imbauan Waspada untuk Warga
Sementara Data terkini Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada hari ini, Selasa (7/12), pukul 12.00 WIB, jumlah warga mengungsi mengalami peningkatan menjadi 3.697 jiwa. Warga yang mengungsi ini sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.
Sebaran titik pengungsian di Kabupaten Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan 9 titik berjumlah 382 jiwa, Kecamatan Candipuro 6 titik 1.136 jiwa, Kecamatan Pasirian 4 titik 563 jiwa, Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67 jiwa, Kecamatan Sukodono 45 jiwa,
Baca juga: Khofifah Resmikan Pembangunan 50 Huntara Korban Semeru
Data korban jiwa tercatat warga luka-luka 56 jiwa, hilang 17 jiwa dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi.
Selain dampak korban jiwa, erupsi mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak. Pihak pemerintah daerah masih melakukan pemutakhiran jumlah rumah terdampak maupun tingkat kerusakan. Bangunan terdampak lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan terputus (Gladak Perak) 1 unit.
Editor : Redaksi
