Sederet Program Pemkot Surabaya Disorot

Sederet Program Pemkot Surabaya Disorot © mili.id

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Mochammad Machmud (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Mochammad Machmud menyoroti sederet program pemkot.

Salah satunya seperti yang disampaikan warga Manukan. Mereka mengeluhkan banjir yang masih terjadi di wilayahnya, meski box culvert sudah dibangun. Hal itu disampaikan warga kepada Machmud saat reses.

Baca juga: Eri Cahyadi Tegas Berantas Dugaan Pungli di SWK Kalijudan, Perintahkan Pengembalian Seluruh Uang Pedagang

"Warga banyak mengeluhkan tentang banjir. Dana pemkot yang dipakai pembangunan saluran, bahkan selesai pembangunan saluran, belum genap satu minggu, setelah dibangun box culvert kanan kirinya, malah banjir yang menjadi-jadi masuk ke dalam rumah yang semula tidak seperti itu," papar Machmud, Selasa (23/1/2024).

Menurut Machmud, pembangunan box culvert tersebut ada yang salah, sehingga anggaran pembangunan tidak tepat guna.

"Itu yang dikeluhkan oleh masyarakat. Di samping itu juga, ada permakanan yang dipangkas oleh pemkot sebesar dua ratus ribu per orang, sehingga para lansia tidak bisa menikmati makanan yang enak dan lezat," ungkapnya.

Soal Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lansia, Machmud juga kecewa, karena di wilayahnya tidak ada perhatian dari pemkot.

Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan

"Kalau dulu, PMT itu satu minggu satu kali nominalnya lumayan, sekarang ini satu bulan belum tentu sekali. Itu pun dibatasi anggotanya sekitar lima puluh dan digilir. Nah, ini banyak yang mengeluh akibat banyak berkurang anggaran itu, berkurangnya kegiatan, maka lansia jarang yang keluar rumah," jelasnya.

Dia juga mengkritisi kinerja pemkot yang tidak adil kepada masyarakat.

"Pemkot beralasan tidak mempunyai uang. Selain itu, di pemkot juga banyak pesta rakyat. Malah sekarang pemkot menyediakan Jeep untuk orang-orang wisata untuk apa? Apa sebagai pencitraan? Seharusnya itu tidak terjadi dan pemkot harus memikirkan lansia dulu baru yang lainnya," papar Machmud.

Baca juga: Gerindra Pasang Badan Bela Penolakan Warga Tolak Spiritshaus Surabaya

Dia berharap Pemkot Surabaya mengedepankan kepentingan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap agar Pemkot Surabaya lebih mementingkan hidup dan kesejahteraan masyarakat dulu. Jangan mendahulukan program yang malah membuat boros pengeluaran," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait