Maja Bharama Wastra, IKM Batik Ecogreen Diresmikan di Kota Mojokerto

Maja Bharama Wastra, IKM Batik Ecogreen Diresmikan di Kota Mojokerto © mili.id

Mas Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro bersama Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gedung Kementerian Perindustrian, Reni Yanita bercengkrama dengan pengrajin batik (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Kini Kota Mojokerto memiliki jasa layanan sentra IKM Batik Ecogreen dengan tata kelola IPAL mandiri standar nasional yang diberi nama Maja Bharama Wastra.

Bangunan ini diresmikan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gedung Kementerian Perindustrian, Reni Yanita bersama PJ Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Rabu (7/2/2024).

Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto 

Reni berharap diresmikannya gedung dengan berbagai ruang peruntukan mampu menumbuhkan perekonomian dan geliat yang pesat di sentra pembatikan Kota Onde-onde.

Gedung yang didanai dengan alokasi DAK senilai Rp18 milliar ini memiliki ruang pamer, ruang mendesain, ruang mencanting, ruang batik cap, ruang lorot dan celup, ruang jahit.

Lalu ada ruang pewarna, hingga ruang penjemuran yang tidak terganggu oleh pencahayaan matahari dikala musim penghujan tiba.

Mas Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro bersama Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gedung Kementerian Perindustrian Reni Yanita meresmikan sentra IKM batik (Foto: Nana/mili.id)Mas Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro bersama Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gedung Kementerian Perindustrian Reni Yanita meresmikan sentra IKM batik (Foto: Nana/mili.id)

"Pengrajin batik di Kota Mojokerto ini bisa melakukan proses produksi batik sesungguhnya. Bahkan tidak terganggu pencahayaan ketika musim hujan tiba," terang Reni usai menilik satu per satu ruangan yang ada di Maja Bharama Wastra.

Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari

Bahkan sentra IKM Maja Bharama Wastra memiliki keunikan tersendiri dalam proses pewarnaan. Yakni, menggunakan bahan-bahan pewarna alami dari tanaman sehingga menghasilkan batik Ecogreen yang unik.

Ada juga pengembangan berbagai motif kearifan lokal atau ikon daerah agar masyarakat semakin menyukai penggunaan batik sebagai warisan budaya Indonesia utamanya generasi milineal maupun Gen Z.

Ditambah adanya pengelolaan IPAL mandiri membuat sentra IKM ini terlengkap tata kelolanya secara utuh.

Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang

"Sentra lain belum seutuh ini, kalau di sini sudah ada (IPAL). Yang utama motif, yang kedua karena sudah tumbuh ikm batik dengan fasilitas ramah lingkungan (ecogreen)," bebernya.

Sementara Mas Pj-sapaan akrab Walikota Moh. Ali Kuncoro mendorong masyarakatnya untuk membeli dan menggunakan hasil karya batik lokal, utamanya batik tulis dan cetak.

"Beli batik yah, jangan beli yang printing," imbau Mas Pj didampingi Ketua Dekranasda Nia Wayanti Ali Kuncoro.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait