Banjir Luapan Sungai Kali Lamong Kepung Gresik Selatan, 18 Desa Terdampak

Banjir Luapan Sungai Kali Lamong Kepung Gresik Selatan, 18 Desa Terdampak © mili.id

Salah satu daerah di Gresik selatan yang terdampak banjir (Foto: BPBD Kabupaten Gresik)

Gresik - 18 desa di Gresik wilayah selatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Kali Lamong.

Data itu berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan luapan Sungai Kali Lamong.

Baca juga: Hujan Empat Jam Guyur Surabaya, Belasan Titik Tergenang hingga Setengah Meter

"Banjir datang tadi malam. Setelah diguyur hujan deras," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, Driatmiko Herlambang, Senin (19/2/2024).

Driatmiko menyebut ada 18 desa yang tergenang banjir akibat hujan semalam. Sejumlah petugas BPBD dan Dinas PUTR bersiaga di lokasi untuk melakukan pengerukan dasar sungai.

Berikut 18 desa di Gresik selatan yang terdampak banjir per 19 Februari 2024 pukul 09.00 WIB:

1. Desa Pranti di Perumahan Graha Menganti 2

Kondisi banjir hampir menggenangi setiap poros jalan perumahan dengan ketinggaian 10 sampai 20 centimeter (cm).

2. Desa Bringkang

Kondisi banjir menggenangi Perumahan Graha Menganti 1, imbas Jalan lingkungan tergenang 5-10 cm sepanjang total 1.000 meter.

Banjir juga meluber hingga ke Perumahan Oma Indah Menganti, tepat di poros jalan lingkungan tergenang setinggi 5-10 cm, panjang 300 meter.

Banjir di sisi Dusun Talun, ruas Jalan Lingkungan Perum Maharaja tergenang 5-10 cm sepanjang total 200 meter. Sementara jalan desa juga turut terimbas banjir kedalaman 5-10 cm, sepanjang total 100 meter.

Banjir di Desa Bringkang ini meluber hingga ke area perbatasan ruas Jalan Bringkang-Pranti, jalannya tergenang 20-30 cm, panjang 50 meter.

3. Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo

Mulai dari Jalan Sumput-Semambung tergenang 10-50 cm sepanjang 800 meter. Serta ruas jalan masuk Perum Sumput Asri, tergenang 10-20 cm sepanjang 300 meter.

4. Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo

Banjir menggenangi mulai ruas Jalan Kesamben Wetan-Petiken tergenang 20-60 cm sepanjang 200 meter. Sedangkan di Jalan Kesamben Wetan-Driyorejo tergenang setinggi 20-40 cm panjang 200 meter.

5. Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo

Banjir menggenangi Jalan Raya Petiken setinggi 20-40 cm sepanjang 100 meter. Banjir juga sempat menggenangi Pasar Tradisional Petiken.

6. Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo

Terdampak banjir di antaranya Jalan Lingkungan Gang H. Mustofa tergenang setinggi 20-40 cm, sepanjang 400 meter. Pemukiman warga di RT 07, RT 08, RT 09 dan RT 19 tergenang 10-20 cm, serta area persawahan 21 hektare turut tergenang.

7. Desa Dungus, Kecamatan Cerme

Banjir menggenangi jalan poros desa (JPD) tinggi 10-50 cm, sepanjang 500 meter. Juga jalan lingkungan tergenangi banjir 5-30 cm, hingga 250 meter.

Imbas lainnya 30 rumah warga tergenang 5-15 cm, sawah dan tambak tergenang seluas 40 hektare, serta musalah, sekolah TK dan makam di Dusun Kendal Dungus Kidul.

Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik

8. Desa Pandu, Kecamatan Cerme

Ruas jalan di Dusun Pandu tergenang 30-35 cm sepanjang 200 meter. Lingkungan RT/RW tergegang 15-20 cm sepanjang 400 meter, serta JPD tergenang 10-15 cm.

9. Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang

Jalan lingkungan Desa Dapet tergegang 20-50 cm, sepanjang 200 meter. JPD tergenang 30-50 cm sepanjang 200 meter, serta rumah warga tergenang 10-20 cm dan sawah tergenang 21 hektare.

10. Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang

Jalan poros desa tergenang 20-70 cm panjang 1.200 meter, jalan Lingkungan tergenang 20-50 cm sepanjang 1.970 meter. Serta sebanyak 290 rumah warga tergenang 20-30 cm, dan 57 hektare sawah dan 19 hektare tegalan tergenang banjir.

11. Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang

JPD tergenang 30-80 cm sepanjang 850 meter, jalan 20-70 cm sepanjang 1.500 meter, 125 rumah warga tergenang 20-30 cm. Juga 30 hektare sawah tergenang banjir, musala dan gedung SD tergenang.

12. Desa Sekarputih, Kecamatan Balongpanggang

JPD tergenang 20-30 cm, sepanjang 100 meter, jalan lingkungan tergenang 20-35 cm, sepanjang 650 meter. 165 Rumah warga tergenang 10-25 cm dan 30 hektare persawahan turut tergenang.

13. Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang

Jalan lingkungan tergenang 30-70 cm sepanjang 1400 meter, JPD tergenang 10-20 cm sepanjang 500 meter dan persawahan, 8 hektar.

Baca juga: Mengenang KH Umar Al Faruq, Sang Ulama Sepuh yang Memilih Bersembunyi dari Kemasyhuran di Randupadangan

14. Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang

Jalan Lingkungan tergegang 20-50 cm, panjang 600 meter, 9 rumah warga tergenang 10-20 cm dan sawah tergenang 21 hektare.

15. Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng

JPD tergenang sepanjang 1000 meter, ketinggian air 20-40 cm, jalan lingkungan tergenang sepanjang 1400 meter ketinggian air 20-25 cm.

Ditambah area persawahan tergenang 35 hektare, fasum yang tergenang Pustu, SDN, Balai Desa dan Pemakaman Umum.

16. Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng

JPD tergenang 20-70 cm sepanjang 200 meter, jalan lingkungan desa tergenang 20-40 cm sepanjang 1000 meter, sebanyak 10 rumah warga tergenang 10-20 cm, 5 hektare sawah tergenang, fasum tergenang SDN Deliksumber dan masjid.

17. Desa Lundo, Kecamatan Benjeng

JPD tergenang 30-40 cm sepanjang 400 meter, ruas jalan lingkungan tergenang 10-40 cm sepanjang 500 meter.

18. Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng

JPD tergenang 30-40 cm sepanjang 400 meter, ruas jalan lingkungan tergenang 20-30 cm sepanjang 500 meter, 5 rumah warga tergenang 20-25 cm dan area persawahan tergenang 10 hektare.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait