Ratusan warga berebut gunungan sepatu dan hasil bumi dalam ruwatan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Ruwatan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menghadirkan gunungan sepatu selain hasil bumi, Sabtu (2/3/2024) sore.
Seluruh warga tumplek-blek berebut gunungan sepatu dan hasil bumi dalam ruwatan desa menyambut datangnya bulan suci ramadan tersebut.
Baca juga: BULOG Mojokerto Salurkan 810 Ribu Liter MinyaKita, Jaga Harga Tetap Stabil di Tiga Daerah
Empat gunungan yang dibawa menggunakan kendaraan roda empat itu ludes dalam 5 menit saja, usai dikirab 5 kilometer dari Balai Dusun Klampisan dan finish di sekitar Balai Desa Medali.
"Senang sekali lah, berkah. Walau harus rebutan biar bisa dapat sepatu," ucap Sumarti yang rutin mengikuti budaya tersebut.
Gunungan 5.000 pasang sepatu itu melambangkan Desa Medali sebagai sentra pengrajin alas kaki di Kabupaten Mojokerto, yang menjadi penggerak perekonomian warga.
Ratusan warga berebut gunungan sepatu dan hasil bumi dalam ruwatan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto
Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data
Sedangkan gunungan hasil bumi seperti nanas, pisang, buncis, wortel, terong, petai, jagung, cabai merah dan kacang panjang sebagai tanda keberlimpahan, kesejahteraan masyarakat Desa Medali dari ketahanan pangan.
"Medali ini desa alas kaki, tempatnya pengrajin UMKM atau alas kaki. Kalau ditotal sekitar 120-an pengrajin UMKM alas kaki. Tentunya untuk mengangkat identitas produk unggulan Medali di setiap RT," papar Kepala Desa Medali, Miftahudin.
Selain melaksanakan kirab gunungan sepatu dan hasil bumi ke-10 ini, lanjut Miftah, ruwat desa ini juga dalam rangka menyambut hadirnya bulan ramadan.
Baca juga: Sopir Truk Bata Ringan Terjepit 2 Jam Usai Terguling ke Sawah di Mojokerto
"Sekaligus menyambut bulan suci ramadan, biar kembali mengingat jasa para leluhur dan mendoakan jasa para leluhur sebelum bulan suci ramadan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
