Ajarkan Adab Jual Beli, Roudlotul Jannah Prambon Sidoarjo Gelar Market Day

Ajarkan Adab Jual Beli, Roudlotul Jannah Prambon Sidoarjo Gelar Market Day © mili.id

Siswa RA dan KB Roudhotul Jannah saat transaksi jual beli saat acara Market Day. (Ist for Mili.id)

Sidoarjo - Yayasan Roudlotul Jannah menggelar acara Market Day. Acara ini dilaksanakan di gedung satu Dusun Jabon, Desa Kajartengguli, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengajarkan kepada murid Raudhatul Athfal (RA) dan Kelompok Bermain (KB) proses transaksi jual beli.

Baca juga: Aston Sidoarjo Kenalkan Coffee Series Eksklusif

Sekitar 130 murid dari tingkat RA dan KB mengikuti kegiatan ini. Para murid didampingi oleh wali murid saat proses jual beli jajan yang sudah disiapkan.

Ustazah Inayah Maula mengatakan, ada tujuh stand yang disiapkan dari para wali murid. Dari tujuh stand itu dilombakan dan ada tim yang menilai yakni dari pengawas RA Kecamatan Prambon Siti Mulifah.

"Penilaiannya dari juri yakni dari segi kreatifitas produk, kreatifitas dekorasi stan, nilai estetis, jajan yang disiapkan. Untuk jajan yang bisa dibeli tadi ada jajanan tradisional sesuai dengan tema yakni festival kuliner nusantara," kata Inayah, Rabu (6/3/2024).

Pengasuh Yayasan Roudlotul Jannah Khusnul Khuluq saat memberikan plakat juara. (Ist for Mili.id)Pengasuh Yayasan Roudlotul Jannah Khusnul Khuluq saat memberikan plakat juara. (Ist for Mili.id)

Ia menambahkan, murid-murid dibekali dengan sejumlah uang minimal Rp10 ribu dengan pecahan 2000. Dalam proses jual beli, para murid berperan sebagai penjual dan pembeli.

Baca juga: ASN Bangkalan Tewas di Mobil Dinas Juanda, Keluarga Curiga Ada Kejanggalan

"Tujuannya memang mengenalkan kepada santri atau murid untuk adab jual beli, interaksi serta komunikasi. Tadi para murid sangat senang dengan kegiatan ini, tak hanya murid wali murid juga apresiasi dengan acara ini," ungkap Inayah.

Menurut Inayah, kegiatan tadi juga ada permainan tradisional seperti engklek, dakon, lompat tali dan yoyo. Tujuannya untuk mengurangi para murid kecanduan handphone dalam kesehariannya.

"Permainan tradisional ini bertujuan untuk lebih berkomunikasi, mengurangi bermain handphone dan pastinya mengenalkan permainan tradisional sendiri kepada murid," tuturnya.

Baca juga: Isu Ribuan Kursi SMPN Hilang di Sidoarjo, Dikbud Beri Klarifikasi dan Sayangkan Konten Media Sosial.

Salah satu murid saat bermain dakon. (Ist for Mili.id)Salah satu murid saat bermain dakon. (Ist for Mili.id)

Sementara itu, Pengasuh Yayasan Roudlotul Jannah, Khusnul Khuluq menjelaskan, digelarnya acara ini juga untuk mencetak murid atau generasi muda yang berakhlakul karimah.

"Murid yang berakhlakul karimah bisa dicetak dari mentaati ustaz dan ustazah serta mentaati kedua orang," pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait