ilustrasi (iStock: DenKuvalev)
Mili.id - Setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai World Down Sydrome Day atau Hari Down Syndrome Sedunia. Peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong advokasi dan inklusivitas, serta mendukung kesejahteraan orang-orang yang mengidap Down Syndrome.
Peringatan itu bermula dari Singapura di tahun 2006. Saat itu, Down Syndrome Association Singapore meluncurkan situs Down Syndrome Internasional (DSI) agar kampanye global Hari Down Syndrome Sedunia dapat tercatat.
Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim
Kemudian disusul oleh negara Brazil. Lewat Federasi Asosiasi Down Syndrome Brazil, mereka kemudian bekerja sama dengan DSI dan meluncurkan kampanye ekstensif untuk menggalang dukungan internasional.
DSI juga meluncurkan petisi internasional untuk diadopsinya Hari Down Syndrome Sedunia oleh PBB. Petisi tersebut mendapat lebih dari 12.000 tanda tangan hanya dalam kurun waktu dua minggu.
Lewat petisi itu, pada 19 Desember 2011 Majelis Umum PBB menetapkan 21 Maret sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Tanggal 21 Maret dipilih karena melambangkan Trisomi-21 yang dimiliki sebagian besar penyandang Down Syndrome.
Tema World Down Sydrome Day 2024
Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah
Dikutip dari laman World Down Syndrome Day, tahun ini mengusung tema 'End The Stereotypes'. Lewat tema tersebut, Hari Down Syndrome Sedunia ingin mengajak orang-orang di seluruh dunia mengakhiri beragam stereotip yang mengelilingi pengidap Down Syndrome.
Penjelasan Seputar Down Syndrome
Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Down Syndrome adalah suatu kondisi ketika seseorang memiliki kelebihan kromosom. Kromosom adalah sebuah molekul DNA yang menentukan sifat-sifat manusia, karakteristik fisik, dan bahkan penyakit.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Definisi Pekerja Rentan Segera Diperjelas
Normalnya, tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom yang terdiri dari XX dan XY. Namun pada beberapa orang, ada kromosom yang memiliki pasangan ekstra. Kromosom ketiga pada salah satu pasangan kromosom ini disebut sebagai trisomi.
Sekitar 95 persen kasus anak-anak dengan kondisi disabilitas intelektual ini memiliki trisomi pada pasangan kromosom nomor 21. Karena itu, Down Syndrome juga dikenal dengan nama kelainan Trisomi-21.
Editor : Achmad S
