Pulang Kerja, Pekerja Toko di Mojokerto Tewas Akibat Tabrak Lari

Pulang Kerja, Pekerja Toko di Mojokerto Tewas Akibat Tabrak Lari © mili.id

Sejumlah relawan mengevakuasi korban di Jalan Raya Gajah Mada, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Foto : (nana/mili.id)

Mojokerto - Pekerja toko gerabah menjadi korban tabrak lari saat melintas di Jalan Raya Gajah Mada, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya korban tewas dengan luka parah di bagian kaki.

Korban Muhammad Wahyudi warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto saat itu hendak pulang setelah kerja dari salah satu toko gerabah. 

Naas, saat melaju sekitar pukul 20.00 WIB di lokasi kejadian datang truk box yang tidak diketahui identitasnya dari arah berlawanan dan menabrak kendaraan yang ditumpangi korban.

Agus Wahyono teman korban saat berada di lokasi mengatakan dirinya dan korban habis pulang kerja masing-masing mengendarai sepeda motor menuju arah Mojokerto.

"Pulang kerja ada truk box dari arah Mojokerto, kita pelan-pelan berdua dari arah berlawanan mobil box menyalip akhirnya tertabrak," ujarnya, Sen

Wahyu Anwarus Sobah, salah satu pengendara yang melintas di lokasi menuturkan, dirinya saat itu yang beriringan dengan motor korban melihat dari arah berlawanan terdapat truk box yang mendahului dari sebelah kanan.

"Mobil box nya nyalip tapi tidak melihat dari arah timur ada orang apa tidak akhirnya nabrak motor ini," katanya.

Ia menerangkan, akibat kejadian tersebut tubuh korban terpental beberapa meter hingga terluka parah di kakinya. Sedangkan motor korban dengan nopol S 2019 PT ringsek setelah tertabrak dari arah berlawanan.

"Kaki bagian kanannya tertabrak keras bagian depan truk," bebernya.

Sejumlah anggota polisi dan relawan yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban dengan menggunakan ambulan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Sementara itu, seorang relawan Faiz menjelaskan, nyawa korban tak terselamatkan setelah mendapatkan perawatan di IGD rumah sakit.

"Ya korban meninggal dunia, keluarga sudah datang," pungkasnya.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Editor : Achmad S



Berita Terkait