Tiga Hari Peringatan Pada 17 Mei, Nasional dan Internasional

Tiga Hari Peringatan Pada 17 Mei, Nasional dan Internasional © mili.id

Ilustrasi (Foto: iStock/Llgorko)

mili.id - Pada 17 Mei ditetapkan sebagai beberapa hari peringatan nasional maupun internasional.

Hari Buku Nasional

Baca juga: 10 April 210 Tahun Lalu, Iklim Dunia Kacau Akibat Letusan Gunung Tambora

Tanggal 17 Mei ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional. Gari tersebut sangat spesial bagi pecinta buku, dan selain itu peringatan tersebut guna menumbuhkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia.

Dikutip dari laman Gramedia, pencetus 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional ialah Abdul Malik Fadjar, yang merupakan Menteri Pendidikan Nasional dalam Kabinet Gotong Royong pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

Peringatan Hari Buku Nasional pertama kali dirayakan pada Tahun 2002. Penetapan itu didasarkan didasarkan pada tanggal berdirinya Perpustakaan Nasional, yakni tanggal 17 Mei 1980.

Adanya Hari Buku Nasional diharapkan bisa meningkatkan melek huruf pada masyarakat Indonesia. Kebiasaan membaca akan beriringan dengan perkembangan pendidikan.

Maka dari itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, para orangtua harus meningkatkan daya literasi sejak dini, guna memberantas permasalahan yang berdampak kompleks.

HUT Perpustakaan Nasional

17 Mei 2024 menggenapi usia Perpustakaan Nasional (Perpusnas) ke-44. Hari itu juga bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional.

Perpusnas sebenarnya sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda. Kala itu, awal berdiri pada 24 April 1778, Perpusnas bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

Pada Tahun 1950, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen berubah nama menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia.

Ini karena sudah diserahkan kepada Pemerintah RI dan namanya pun diubah menjadi museum pusat sehingga dikenal dengan perpustakaan umum pusat.

Baca juga: 8 Februari 42 Tahun Lalu Olga Syahputra Dilahirkan, Begini Perjalanan Hidupnya

Lalu, pada Tahun 1980, menjadi Museum Nasional. Sementara perpustakaan dikenal dengan nama Perpustakaan Museum Nasional yang kemudian.

Kemudian, di tahun yang sama, digabung ke Pusat Pembinaan Perpustakaan. Akhirnya pada tahun 1989, terjadi perubahan kembali.

Pusat Pembinaan Perpustakaan disatukan menjadi bagian dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Perpusnas RI didirikan pada 17 Mei 1980 silam berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0164/0/1980 yang ditandatangani oleh Dr Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan pada saat itu.

Sementara mengutip dari laman resmi Perpusnas RI, dalam HUT Perpusnas ke-44 di 2024 ini, mengusung tema "Menata Ulang Konsep dan Praktik Pembangunan Literasi".

Hari Komunikasi Internasional

Baca juga: 29 Januari 75 Tahun Lalu, Panglima Besar Jenderal Soedirman Wafat

Perkembangan zaman yang pesat memudahkan manusia untuk berkomunikasi. Untuk menikmati kemudahan komunikasi seperti sekarang, tentunya telah melalui sejarah yang panjang.

Pada 17 Mei 1865, didirikan International Telegraph Union (I.T.U) yang hingga saat ini didedikasikan sebagai Hari Komunikasi Internasional, yang sudah dirayakan sejak 17 Mei 1969.

Peringatan ini dilakukan atas dasar terbentuknya I.T.U. yang merupakan badan khusus PBB membidangi hal-hal yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dikutip dari laman resmi PBB, tujuan dari dirayakannya Hari Komunikasi Internasional adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat yang dapat diberikan oleh penggunaan internet.

Selain itu, teknologi komunikasi yang pesat ini bisa diterapkan terhadap aspek-aspek kehidupan, sekaligus untuk menghapus adanya kesenjangan digital.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait