Kepanikan sopir ambulans mendapati pasien yang dibawanya meninggal (Foto: Tangkapan layar video viral)
Mojokerto - Video menunjukkan seorang sopir ambulans di Mojokerto panik memastikan kondisi pasien yang dibawanya, viral di media sosial.
Dalam video TikTok itu, sopir ambulans itu terdengar meminta rekannya mengecek kondisi napas hingga denyut jantung pasien.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Postingan video ini disukai 230.900 kali dan mendapatkan komentar 8.134 kali hingga Jumat (21/6/2024) pukul 15.32 WIB.
Tampak dalam video berdurasi 57 detik itu, sopir ambulans berpakaian hitam diajak bicara pria bertopi di bagian belakang.
"Lanjutkan wis usaha pokoke (lanjutkan yang penting usaha)," ucap rekan sopir.
"Hah, nadi nadi nadi (sembari meletakkan jarinya ke lehenya). Ono tah gak (ada apa tidak)," sahut sopir ambulans yang terlihat semakin panik.
"InsyaAllah," timpal rekannya sembari mengecek nadi.
"Jantung, jantung, jantung. Ono tah gak," tanya sang sopir itu lagi.
"Gak ono (tidak ada). InsyaAllah wis gak ono (sudah tidak ada)," tutup rekannya sembari menggelengkan kepala, tanda orang yang mereka bawa berpulang.
Suara sirine ambulans pertanda darurat pun akhirnya diganti sang sopir menjadi suara sirine panjang.
Sopir itu terdiam dan terlihat nanar saat mengetahui pesien yang berusaha diselamatkan menghembuskan napas terakhir dalam ambulans.
Tak berapa lama, sopir kemudian mengangkat salah satu tangannya terlihat seperti mendoakan.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
Dalam video unggahan akun TikTok @kempot_soekampti pada Minggu (16/6/2024) itu, terdapat narasi adanya korban kecelakaan rem blong di jalur Cangar-Pacet Mojokerto.
"Semoga amal ibadah diterima di sisi-NYA. Kami sudah berusaha secepat mungkin untuk sampai di rumah sakit. Maaf, takdir kematian itu lebih cepat," bunyi narasi dalam video itu.
Sopir ambulans yang belakangan diketahui bernama Sugeng Sukemi ini menjelaskan, peristiwa terjadi usai dirinya dan rekannya baru saja mengantar korban rem blong pertama ke rumah sakit terdekat.
Namun, usai mengantar itu, dipertengahan jalan kembali ke basecamp Perkemi Rescue, tiba-tiba ada panggilan untuk segera membawa korban rem blong lainnya.
"Jadi gini, sebelumnya ada rem blong juga. Korban rem blong pertama ini kami antar ke rumah sakit. Kebetulan kita pulang, belum sampai basecamp baru sampai Koramil Pacet itu dapat telepon lagi, ngeblong dan ternyata lebih parah," ujarnya.
Saat dievakuasi, lanjut Sugeng, kondisi korban masih bernapas. Setelah itu ia dan rekannya bernama Sulis terus tancap gas melanjutkan perjalanan ke rumah sakit terdekat.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Waktu itu masih ada nadi dan nafas lirih gitu. Lalu kita usahakan untuk sampai cepat di rumah sakit. Tapi ternyata gak sampai (korban meninggal dunia)," imbuhnya.
Diketahui bahwa korban mengalami luka cukup serius di kepala dengan kondisi helm masih terpasang. Namun darah terus mengalir.
Melihat kondisi korban yang dibawanya tidak terselamatkan, sempat membuat Sugeng merasa bersalah. Namun ia pasrah atas takdir Tuhan.
"Perasaan sedih, kecewa, jengkel jadi satu. Yah kecewa karena tidak sampai rumah sakit. Kalau kondisi ramai iya, karena jalur wisata. Tapi kalah cepat dengan kematian," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
