Aktivitas para pekerja juru bahasa. (Atta Hatta/Mili.id).
Jember - Zakkyl Fikri Pratama, warga Perum Puri Bunga Nirwana, Kecamatan Sumbersari, Jember ini membuka bisnis jasa translator (penerjemah) bahasa asing dengan layanan profesional.
Bagai yang belum paham, bisnis ini sempat dianggap usaha yang cukup mudah dilakukan karena hanya bermodal dengan aplikasi digital atau AI penerjemah bahasa asing, namun ditegaskan Zakky panggilan akrab Zakkyl Fikri berbeda, bahwa dalam usahanya ini pihaknya selalu melibatkan penerjemah penutur asli yang tentunya telah tersertifikasi.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
"Jadi kalau ada klien yang membutuhkan jasa penerjemah (bahasa) Inggris ke Indonesia. Maka yang wajib menghandle adalah orang yang menguasai bahasa Indonesia juga Inggris. Sehingga kita bisa menciptakan sebuah karya bahasa yang berlaku wajar gaya bahasanya, pilihan kata dan maknanya," ujar Zakky, Minggu (30/6/2024).
Dipaparkan Zakky dalam mengolah bahasa asing, pihaknya memahami adanya istilah khusus yang berlaku dalam setiap bidang.
"Untuk perusahaan produsen gadget misalnya, memiliki perbedaan penggunaan istilah dengan yang berlaku di industri produsen alat medis, beda lagi dengan hukum, bahkan untuk dunia hiburan seperti film. Itu ada karakteristik masing-masing," sambungnya.
Zakky mencontohkan, perusahaan luar negeri yang ingin memasarkan produknya ke Indonesia, itu harus bisa menyampaikan pesan produknya melalui bahasa, kepada target marketnya.
"Karena berdasarkan data, perusahaan yang mau berinvetasi pada layanan bahasa bisa meningkatkan penjualan hingga 7 persen. Karena bisa memastikan bahwa produk saat proses marketing, dimengerti dengan tepat," imbuhnya.
Tidak hanya soal promosi maupun bentuk marketing suatu produk, suata layanan alih bahasa atau jasa penerjemah harus dikelola secara profesional serta sesuai regulasi.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Industri ini masih awam di Indonesia. Sehingga saya menjadi pelaku usaha yang cukup minim (peminat) di Indonesia. Bahkan di Jember saya adalah satu-satunya layanan bahasa yang tersumpah dan tersertifikasi<" ungkapnya.
Dijelaskan Zakky dalam bisnis ini minimal tersertifikasi HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia), untuk layanan penerjemah tersumpah (sworn translation) adalah layanan khusus untuk dokumen legal dan penerjemahnya telah disumpah oleh Kemenkumham.
"Layanan ini khusus kepada mereka baik perusahaan (B2B) atau individu (B2C) yang memiliki kegiatan administrasi di luar negeri. Misalnya Mahasiswa S2, S3, atau mereka yang sebelum mendapat beasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri. Biasanya menerjemahkan KK, KTP dan lain-lain atau bagi perusahaan misalnya menerjemahkan dokumen Akta Perusahaan, NIB, dan sebagainya. Nah, itu poin utamanya," kata Zakky.
Selain menjalankan layanan penerjemahan dan jurubahasa. Kebutuhan jasa penerjemah bahasa asing juga dibutuhkan saat adanya rapat penting yang diikuti oleh banyak orang asing.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Pengalaman Zakky juga dicontohkan, saat perusahaannya menjadi salah satu penyedia layanan juru bahasa (interpreting service) pada kegiatan G20 Bali 2022.
"Untuk Kegiatan kapan hari. Kita menggunakan alat namanya SIS, itu persis seperti transmiter dan receiver. Alat pengirim dan penerima sinyal suara. Jadi kita menerjemahkan, biasanya klien akan kita gunakan alat itu. Alat ini bisanya ditaruh di telinga kemudian nanti bisa memilih pasangan bahasa. Tim kami akan menerjemahkan ke berbagai bahasa, sesuai permintaan klien," sambungnya menjelaskan.
Lebih lanjut dari usaha yang dilakoninya dengan menjalankan perusahaannya, Translation Transfer. Diakui oleh Zakky juga memberikan manfaat finansial yang jauh dari ekspektasi.
"Untuk omset, kami perusahaan start up yang sudah berdiri kurang lebih 6 tahun ini. Pendapatan kami rangenya (rentangnya) kurang lebih per bulan Rp 100-200 juta omsetnya," pungkas Zakky.
Editor : Aris S
