Koalisi dengan PKB di Pilkada 2024, PPP Bondowoso Minta Jatah Bacawabup

Koalisi dengan PKB di Pilkada 2024, PPP Bondowoso Minta Jatah Bacawabup © mili.id

Dari Kiri ke kanan: Sekjen DPC PPP Bondowoso, Barri Sahlawi Zein dan Bidang Kominfo PPP Bondowoso, Ahmadi; Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir. (Kolase Mili.id)

 

Bondowoso - PKB dan PPP yang awalnya diarahkan berkoalisi, justru berpotensi kontra di pemilihan bupati (Pilbup) Bondowoso periode 2024-2029.

Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat

Hal ini tersirat dari pernyataan Bidang Kominfo DPC PPP Kabupaten Bondowoso, Ahmadi saat menyampaikan hasil rapat partainya.

Dari hasil rapat itu, PPP Bondowoso mengajukan KH Mohammad Hasan Abdul Mu'iz sebagai Bacawabup untuk mendampingi KH Abdul Hamid Wahid di Pilkada Bondowoso 2024.

Kiai Hasan adalah pengasuh Ponpes Al Maliki, Desa Koncer Darul Aman, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso.

Yang bersangkutan juga merupakan Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) DPC PPP Kabupaten Bondowoso.

"Usulannya tunggal, Kiai Hasan. Karena beliau adalah kader terbaik PPP dan yang paling layak mendamping Ra Hamid di Pilbup Bondowoso," kata Ahmadi kepada Mili.id, Kamis (11/7/2024) siang.

Lantas ketika disinggung bagaimana jika PKB menolak pengajuan dari DPC PPP Bondowoso tersebut

"Jika mereka (PKB) tidak berkenan, maka tidak ada pilihan lain, kita tancap bendera sendiri," sergah Ahmadi.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Tebar Kepedulian untuk Purnawira dan Warakawuri

Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir menanggapi potensi gagalnya koalisi dengan PPP.

"Kalau PKB tidak biasa dan tidak bisa menggunakan kalimat-kalimat seperti itu," jawab Dhafir diwawancarai terpisah, Kamis (11/7/2024) malam.

"Kami tetap menghormati. Karena kami tidak ingin dianggap intervensi ke partai lain," imbuhnya.

Namun menurutnya, PKB ingin bersama semua partai untuk bagaimana memenangkan kontestasi demi kepentingan masyarakat.

"Di saat memilih bupati, bagaimana bupati ini bisa melayani dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat, percepatan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan lain sebagainya," tuturnya.

Baca juga: Heboh Foto ‘Pocong’ di Bondowoso, Bhabinkamtibmas Polsek Binakal Bergerak Cepat Ungkap Fakta Sebenarnya

Walaupun PKB Bondowoso bisa mengusung bacabup-bacawabup sendiri karena cukup syarat kursi (16/45 kursi parlemen), tetapi pintu koalisi dibuka sangat lebar.

"Kami tetap ingin berkoalisi. Tetapi skema yang kami usung adalah kesepakatan para ulama," terang Ketua DPRD Bondowoso ini.

Mengenai nama Kiai Hasan yang diusulkan DPC PPP Bondowoso untuk mendampingi Ra Hamid, Dhafir mempersilahkan asalkan merupakan kesepakatan dari ulama.

"Kami tidak akan bertanya sipapapun yang diusulkan oleh PPP melalui kesepakatan para ulama," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait