Jawa Timur

Khofifah Jadikan Indo Market Hong Kong Gerbang UMKM Jatim Tembus Pasar Global

Khofifah Jadikan Indo Market Hong Kong Gerbang UMKM Jatim Tembus Pasar Global © mili.id

Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan kunjungannya ke Indo Market di kawasan Causeway Bay, Hong Kong, untuk memperkuat langkah ekspansi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Timur ke pasar internasional.

Dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim, Khofifah mengajak pelaku UMKM memperluas jejaring global melalui kolaborasi dengan diaspora Indonesia dan mitra usaha di luar negeri.

Baca juga: Tambang Diduga Tanpa IUP Beroperasi Bebas, Pengawasan Pemkab Blitar Dipertanyakan

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (23/7) itu turut didampingi Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Mr. Chasel Lam, serta Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati.

Di Indo Market, Khofifah meninjau langsung beragam produk Indonesia yang dipasarkan, mulai dari makanan ringan, minuman, bumbu masak, sambal pecel, hingga kebutuhan sehari-hari.

Ritel tersebut memiliki hampir 20 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Hong Kong dan menjadi salah satu jaringan supermarket produk Asia Tenggara terbesar di kawasan itu.

Menurut Khofifah, Indo Market bukan sekadar pusat perbelanjaan, melainkan etalase strategis yang membuka akses produk-produk Indonesia menuju pasar global.

"Indo Market ini bukan sekadar toko retail biasa, melainkan etalase utama yang menjembatani produk-produk unggulan Indonesia agar bisa dikenal dan bersaing secara global di pasar internasional," kata Khofifah.

Ia menilai banyaknya produk Indonesia yang telah mengisi rak-rak supermarket di Hong Kong menjadi bukti bahwa kualitas produk nasional mampu memenuhi standar pasar internasional.

"Banyak sekali produk yang kita sudah familiar di Indonesia ternyata dijual di sini. Ini menjadi bukti bahwa produk-produk kita tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara sekaligus menjadi penyemangat bagi UMKM Jawa Timur untuk semakin percaya diri menembus pasar global," ujarnya.

Baca juga: Khofifah Pimpin Misi Dagang Hong Kong Raih Transaksi Rp12 Triliun

Selain membuka peluang perdagangan, Khofifah menilai kuliner Indonesia juga menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada masyarakat dunia.

"Kita sepakat bahwa kuliner selalu berhasil menjadi sarana diplomasi budaya yang paling efektif di mana pun," ungkapnya.

Keberadaan Indo Market juga dinilai memiliki arti penting bagi warga negara Indonesia di Hong Kong, terutama para Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, dan diaspora yang dapat dengan mudah memperoleh berbagai produk khas Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak diaspora Indonesia, khususnya asal Jawa Timur, untuk menjadi jembatan pemasaran produk UMKM di pasar internasional. Menurutnya, sinergi antara diaspora, pelaku usaha, dan pemerintah akan menjadi kekuatan besar dalam memperluas ekspor produk unggulan Jawa Timur.

Baca juga: Warga Soroti Aktivitas Tambang Diduga Belum Berizin di Blitar, Minta Aparat Lakukan Pemeriksaan

"Kami mengajak seluruh pelaku UMKM khususnya Jatim agar meningkatkan jejaring sekaligus standar kualitas produk sehingga mampu memanfaatkan peluang emas ini untuk semakin mendunia. Bersama kita wujudkan Jawa Timur dan Indonesia sebagai pelaku utama pasar halal dunia," tegasnya.

Sementara itu, Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Mr. Chasel Lam, menyambut baik kunjungan Gubernur Khofifah bersama delegasi bisnis Jawa Timur. Menurutnya, Indo Market tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Hong Kong, tetapi juga memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada masyarakat lokal.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran delegasi dari Indonesia untuk mempromosikan produk sekaligus budaya kepada masyarakat Hong Kong. Kami berharap kunjungan ini membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis yang lebih luas antara Hong Kong dan Jawa Timur," ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekspor nasional dan pemain penting dalam industri halal global.

Editor : Redaksi



Berita Terkait