Kegiatan Rakernis Bawaslu Jatim Amburadul, Penggunaan Anggaran Wajib Dipertanyakan

Kegiatan Rakernis Bawaslu Jatim Amburadul, Penggunaan Anggaran Wajib Dipertanyakan © mili.id

Suko Widodo (kiri) ditemui Direktur Bisnis Fahrizal Tito ketika berkunjung ke Kantor Mili.id .

Surabaya - Rapat kerja teknis (rakernis) yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur (Jatim) di Empire Palace Surabaya selama 3 hari mulai tanggal 13 hingga tanggal 15 Agustus 2024 dikeluhkan oleh para peserta yang hadir dari berbagai daerah di Jatim, karena terkesan amburadul.

Para peserta mengeluh adanya fasilitas yang diberikan oleh panitia mulai dari penginapan, lokasi acara, makanan yang disediakan, sehingga para peserta memutuskan beli makanan sendiri di luar area acara.

Baca juga: Usai Dicopot, Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung dengan Rompi Tahanan

Menanggapi hal tersebut, pakar politik Unair Suko Widodo saat dihubungi mili.id mengatakan, Bawaslu merupakan lembaga tertinggi dalam penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) di Indonesia yang seharusnya memberikan contoh yang baik dalam melaksanakan suatu kegiatan, seperti acara rakernis yang digelar selama tiga hari ini.

"Seharusnya Bawaslu itu memberikan contoh yang baik dalam melaksanakan tugasnya kepada masyarakat, apalagi Bawaslu merupakan lembaga tertinggi dalam penyelenggaraan pemilu," ujar Suko Widodo, Kamis (15/08/2024).

Baca juga:

Rapat Kerja Teknis Bawaslu Jatim Selama 3 Hari Dikeluhkan Peserta

Terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Jatim dalam acara rakernis di Empire Palace Surabaya selama tiga hari yang pelaksanaannya tidak profesional dan terkesan asal-asalan, Suko Widodo menjelaskan harusnya ada SOP (Standard Operating Procedure) dan pembiayaan yang memadai.

Sehingga jika ada keluhan dari peserta, menutu Suko yang patut dipertanyakan adalah dalam penggunaan anggaran sesuai atau tidak, nantinya harus ada pertanggungjawaban. 

"Jika melihat dalam kegiatan tersebut pelayanan dan fasilitas yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan, bahkan saat makan saja harus di area parkir ini namanya tidak profesional dalam melaksanakan suatu kegiatan. Wajin dipertanyakan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan rapat kerja teknis yang dilaksanakan oleh Bawaslu Jatim dikeluhkan oleh para peserta. Para peserta mengeluh adanya fasilitas yang diberikan oleh panitia mulai dari penginapan, lokasi acara, makanan yang disediakan bahkan para peserta beli makanan sendiri diluar area acara.

Dimas salah satu peserta dari Surabaya mengatakan, sejak hari pertama dirinya kebingungan saat masuk ke lokasi acara, pasalnya koordinasi peserta dan panitia berantakan tidak terkoordinasi dengan baik.

"Hari pertama kita bingung koordinasi dengan panitia baik dilokasi acara maupun tempat kita menginap, bahkan kita merasa terlantar, dan juga dilokasi kita antri menggunakan lift, kapasitas ditempat acara tidak memadai" ujar Dimas saat ditemui mili.id dilokasi, Rabu (14/08/2024).

Baca juga: KPK Siap Limpahkan Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut, Tunggu Musim Haji Berakhir

Selain itu, dirinya juga mengeluhkan adanya tempat makan yang tidak layak dan berjubel, pasalnya ruang tempat makanan ditempatkan di area parkir sehingga terkesan kumuh dan tidak profesional.

"Sangat tidak manusiawi, masa tempat makan ditempatkan di area parkir dan berjubel seperti antrian sembako, tidak ada satupun petugas baik dari panitia maupun dari pihak catering, bahkan banyak peserta yang beli makanan sendiri diluar lokasi acara" keluhnya.

Bukan hanya soal makanan saja, tempat menginap peserta juga tidak sesuai dengan apa yang diberikan kepada peserta, pasalnya panitia menyediakan penginapan mulai dari hotel bintang 4 dan bintang 5.

"Para peserta seharusnya mendapatkan penginapan di hotel bintang 4 dan 5, tapi kenyataannya kita diberikan hotel bintang 3 bahkan penginapan yang tidak sesuai dengan kebutuhan juga didapatkan oleh para peserta lainnya" ungkap Dimas.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jatim Ahmad Warits saat dihubungi mili.id, melalui poselnya tidak direspons meskipun terdengar nada sambung, dan saat di WhatsApp juga tidak ada balasan.

Diketahui Ketua Bawaslu Jatim A Warits juga memberikan permintaan maaf kepada para peserta melalui pesan singkat elektronik ke seluruh peserta.

Baca juga: Menjaga Kota dari Celah Gelap: Transparansi Jadi Taruhan Tata Kelola Modern Surabaya

Berikut isi pesan singkat tersebut:

Kepada seluruh kawan-kawan Bawaslu Kabupaten dan Kota

Mohon dengan sangat disampaikan kepada seluruh Panwascam dan staf permohonan maaf kami apabila ada hal-hal yang membuat kawan-kawan Panwascam dan staf kurang nyaman. Kami Bawaslu Provinsi sesungguhnya telah berupaya agar masalah sekecil apapun tidak terjadi akan tetapi ternyata tidak seluruhnya sempurna. Sekali lagi mohon maaf...

Selamat beristirahat, jaga kesehatan...

Hormat Kami

Editor : Aris S



Berita Terkait