Mahasiswa PPG Unesa Kembangkan Aplikasi Pembelajaran Matematika Berbasis AR (Foto: Unesa for mili.id)
Surabaya - Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, Jurusan Matematika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merancang aplikasi pembelajaran matematika berbasis Augmented Reality (AR).
Aplikasi pembelajaran tersebut bernama Ruang-Ruang Petualangan (RRP) yang diuji coba sekaligus diluncurkan di SMPN 1 Surabaya pada bulan lalu.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Inovasi ini lahir dari tangan mahasiswa, meliputi Hadyan ihtifazhuddin, Binti Nur Hidayah, Bunga Cahyaning Atie, Afina Aulia Purnamaningtyas, Altafia Ainur Roihana, Heni Zulatifah, dan Delvi Yurvila Nada.
Ketua tim, Hadyan Ihtifazhuddin menuturkan bahwa RPP lahir dari keresahan mereka terhadap posisi matematika yang semakin kurang disenangi siswa.
"Pengalaman pribadi kami waktu menjalani PPL, kalau sudah masuk pelajaran matematika siswa bawaannya males. Mungkin karena mereka (siswa) merasa sulit memahami pelajaran yang sarat akan perhitungan dan rumus," jelas Hadyan, Senin (9/9/2024).
Atas dasar itulah, dalam proyek kepemimpinan di PPG Unesa, mereka merancang media pembelajaran matematika berbasis augmented reality. Aplikasi itu mengintegrasikan materi pelajaran matematika, khususnya pelajaran bangun ruang dengan sejumlah ikon Kota Pahlawan.
Bangunan ikon Surabaya tersebut direpresentasikan atau diproyeksikan ke dalam bentuk objek maya tiga dimensi (3D). Sehingga objek bangunan yang ditampilkan ke dalam aplikasi menyerupai aslinya.

Tidak hanya itu, di dalamnya juga terdapat materi bangun ruang yang dikemas dalam bentuk petualangan.
"Aplikasi ini memungkinkan para siswa mudah memahami materi bangun ruang dengan cara berpetualang secara virtual mulai dari Tugu Pahlawan hingga Bambu Runcing. Setiap titik ada konten bangun ruang yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran," beber Hadyan.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Anggota tim, Binti Nur Hidayah melanjutkan bahwa dalam media pembelajaran ini, siswa melakukan penjelajahan sembari belajar. Misalnya belajar tentang tabung dari bangunan Bambu Runcing, limas pada bentuk bangunan Museum WR Soepratman, belajar tentang kerucut dari Kubah Masjid Al-Akbar.
Selanjutnya, belajar tentang lingkaran pada bollard (bola beton pembatas jalan di trotoar), balok dari bangunan Pakuwon Mall, dan belajar tentang kubus dari bentuk miniatur ka'bah Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).
"Pendekatan kami yaitu menghadirkan pelajaran matematika yang sesuai dengan keseharian siswa. Dengan begitu, pembelajaran matematika jadi lebih mudah dipahami dan lebih menarik. Kami juga ingin menanamkan kepada siswa bahwa matematika itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan bisa dinikmati," paparnya.
Sementara Delvi Yurvila Nada menambahkan, RRP tersebut dikembangkan sejak awal Juni 2024, dan digunakan sekaligus peluncuran di SMPN 1 Surabaya.
Inovasi media pembelajaran ini diharapkan bisa membantu para guru di sekolah, khususnya dalam membelajarkan matematika dengan mudah dan bermakna kepada para siswanya.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Aplikasi RRP berbasis Android yang bisa digunakan oleh para guru secara gratis tersebut akan terus dikembangkan. Sementara bisa didownload melalui website, https://bit.ly/RRPPKPPGPrajab2023gel2.
"Kami harap bisa digunakan di sekolah-sekolah. Karena itu kami akan sosialisasi dan terus melakukan pengembangan, termasuk proses agar bisa didownload melalui Play Store," ucap Delvi.
Inovasi ini disambut baik Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani. Dia mengapresiasi media pembelajaran inovatif tersebut. Menurutnya, baru pertama kali ada aplikasi tentang matematika yang diintegrasikan dengan lingkungan sekitar.
"Semoga aplikasi ini semakin memotivasi siswa untuk lebih tertarik mempelajari matematika. Semoga, teknologi serupa dapat diintegrasikan ke pembelajaran mata pelajaran lainnya di masa mendatang," ungkap Eko Widayani.
Editor : Narendra Bakrie
