Mili.id – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) resmi membuka Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat Khusus Profesional bagi tenaga kesehatan dan profesional aktif yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan.
Peluncuran program tersebut dilakukan secara daring pada 2 Juni 2026 sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan di Indonesia.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.400: Antara Ancaman Inflasi dan Peluang Ekspor
Program ini dirancang dengan sistem pembelajaran fleksibel sehingga memungkinkan peserta tetap menjalankan aktivitas profesional sambil menempuh pendidikan magister. Kehadiran kelas khusus profesional ini menjadi solusi bagi banyak pekerja yang selama ini terkendala waktu, mobilitas, hingga tuntutan pekerjaan saat ingin melanjutkan studi.
Melalui program ini, peserta tidak perlu mengambil cuti panjang ataupun meninggalkan karier yang telah dibangun. Meski demikian, kualitas akademik yang diberikan tetap setara dengan kelas reguler.
Pada angkatan perdana, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) FK-KMK UGM menawarkan delapan peminatan yang dapat dipilih sesuai bidang kerja dan minat peserta.
Delapan peminatan tersebut meliputi Epidemiologi, One Health, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Gizi Kesehatan, International Health, Kesehatan Ibu dan Anak–Kesehatan Reproduksi, serta Perilaku dan Promosi Kesehatan.
Baca juga: Mahasiswi UGM Ditemukan Tak Bernyawa di Magetan, Polisi Beber Dugaan Penyebabnya
Keberagaman peminatan itu membuka peluang bagi tenaga kesehatan, pegawai dinas kesehatan, praktisi rumah sakit, pekerja sektor industri, hingga profesional dari organisasi nasional maupun internasional untuk memperdalam kompetensi yang relevan dengan pekerjaan mereka.
Selain pembelajaran akademik, mahasiswa juga akan mengikuti berbagai kegiatan penunjang seperti diskusi interaktif bersama dosen dan praktisi, magang sesuai peminatan, hingga penyusunan tugas akhir berbasis riset ilmiah dan evidence-based practice.
FK-KMK UGM menerapkan sistem blended learning dalam program ini, yakni kombinasi perkuliahan daring interaktif melalui platform digital dengan pembelajaran mandiri yang dapat disesuaikan dengan jadwal kerja peserta.
Baca juga: Dilaporkan Hilang, Mahasiswi UGM Ditemukan Tak Bernyawa di Magetan
Melalui metode tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.
Kehadiran program S2 Kesehatan Masyarakat Khusus Profesional ini sekaligus menegaskan komitmen UGM dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja modern dan perkembangan sektor kesehatan nasional.
Editor : Redaksi
