Atap Sekolah Ambruk, Puluhan Siswa Jember Belajar di Bawah Tenda

Atap Sekolah Ambruk, Puluhan Siswa Jember Belajar di Bawah Tenda © mili.id

Atap Sekolah Ambruk, Puluhan Siswa Belajar Dibawah Tenda di Jember. (Atta/mili.id)

Jember - Atap ruang kelas 3 di SDN Plalangan 03, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember ambruk dan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebanyak 75 siswa terpaksa belajar dibawah tenda darurat.

Diketahui dari kondisi di sekolah tersebut, untuk atap enam ruang kelas lainnya juga mengalami hal yang sama, namun belum sampai ambruk. Mereka adalah siswa dari kelas 1 sampai 6.

Bupati Jember, Hendy Siswanto mengatakan, sudah menyiapkan anggaran perbaikan yang nantinya akan direalisasikan lewat APBD 2025.

"Atap ambruk ini, karena rapuhnya penyangga kayu di atap. Sehingga mengakibatkan tidak kuat menahan beban genteng di atasnya. Ini sudah masuk dalam rencana anggaran kita untuk nantinya kita perbaiki. Tidak hanya di SDN Plalangan 03 ini saja, tapi nanti akan ada beberapa sekolah dasar lain juga yang kita anggarkan untuk perbaikan gedung-gedung kelas ataupun sarana prasarana yang lainnya," ujar Bupati Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (26/11/2024).

Ia menambahkan, pihaknya sudah ada rencana akan melakukan pemindahan sementara untuk para siswa bisa belajar dengan nyaman.

"Untuk sementara mereka belajar di tenda yang telah disediakan oleh BPBD. Sebenarnya kami sudah merencanakan untuk melakukan pemindahan sementara di SDN Plalangan 06 yang paling dekat dari sini," ungkapnya.

Terkait progres pembelajaran nantinya, kata Hendy, akan dibagi dua sesi yakni sekolah pagi dan siang.

"Jadi akan dibuat sekolah siang gitu ya, dan bergantian dengan 6 muatan lokal yang ada di SDN Plalangan 06 itu. Tadi kami berbicara dengan kepala sekolah, bahwa anak-anak disini ini belajar 2 kali, yakni pagi sekolah formal dan sorenya sekolah madrasah," ucapnya.

Namun demikian, lanjut Bupati Hendy, Pemkab Jember akan mencarikan solusi alternatif. Terkait progres dari pendidikan moral dengan pendekatan sekolah madrasah.

"Ternyata anak-anak disini hebat-hebat. Kalau sudah jadwalnya seperti ini, jangan diubah atau diganti lagi. Maka nanti kami akan mencari solusi lain, karena di sini ada rumah dinas guru, maka nanti bisa dipakai untuk anak-anak di SDN Plalangan 03 dalam proses belajar," pungkasnya.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

Editor : Achmad S



Berita Terkait