Sekolah Terdampak Banjir, Pelajar SDN Tempuran Mojokerto Diliburkan

Sekolah Terdampak Banjir, Pelajar SDN Tempuran Mojokerto Diliburkan © mili.id

SDN Tempuran dan Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina II Sooko yang terdampak banjir. (Foto: nana/mili.id)

Mojokerto - Banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto tak kunjung surut, dan Ketinggian banjir terpantau hingga lutut orang dewasa.

Alhasil, aktivitas warga lumpuh, dan bahkan dua sekolah yakni SDN Tempuran dan Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina II Sookoterpaksa diliburkan karena air masuk ke ruang kelas.

Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, 700 Anak Jalanan Jakarta Bersiap Masuk Sekolah Rakyat

Banjir terjadi sejak Sabtu (7/12/2024) lalu, hanya saja banjir terparah terjadi pada Senin (9/12/2024) hingga merendam bangku sekolah.

Para guru menyelamatkan barang berharga, sejumlah dokumen juga diselamatkan ke tempat yang lebih tinggi.

Aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di kedua sekolah itu terpaksa diliburkan.

"Genangan air masuk sejak Sabtu pagi. Sekarang semua ruangan terendam. Alhamdulillah, barang-barang bisa diselamatkan dengan dinaikkan ke meja," imbuh Kepala TK Pembina II Fitri.

Pihak sekolah tak mengetahui sampai kapan anak-anak libur belajar di sekolah, sementara Fitri melakukan pembelajaran dari rumah secara daring akibat banjir yang tak kunjung surut.

Di Desa Tempuran sudah menjadi langganan banjir sejak tahun 2019, namun banjir terparah terjadi pada tahun 2024 ini, air sampai masuk ke dalam kelas dan sekolah diliburkan.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Kepala Desa Tempuran, Slamet menyebut ada beberapa warga yang sudah mulai mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.

"Hari ini, semakin parah. Karena hujan yang turun Minggu kemarin. Sementara ada 470 rumah di dua dusun yang terendam,” ujarnya.

Slamet mengaku, banjir disebabkan adanya luapan air dari wilayah Kesamben, Kabupaten Jombang.

Di sisi lain, kemungkinan banjir juga disebabkan adanya pintu air yang tidak normal.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

"Jadi tidak kuat menampung debit air yang disebabkan curah hujan yang tinggi," pungkasnya.

Selain di Kecamatan Sooko, banjir juga terjadi di 6 desa. Yakni Desa Salen, Desa Gayaman, Desa Punggung, Desa Balongmasin dan Desa Lengkong.

Hal itu disebabkan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sudah membangun dapur umum (DU) di Balai Desa Salen, Kecamatan Bangsal sejak Minggu (8/12/2024).

Editor : Aris S



Berita Terkait