Aufar Dhani menunjukkan kerusakan di bagian spion mobilnya. (Istimewa)
Surabaya, mili.id - Pasangan suami istri (pasutri) muda, Aufar Dhani (32) dan Icha (30) menjadi korban tindakan anarkis oleh gerombolan remaja saat mengendarai mobil dan melintas di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Gubeng, Surabaya,
Kejadian itu menyebabkan mobil Innova Zenix yang ditumpangi Aufar dan istrinya mengalami kerusakan di pintu bagian depan sisi kiri, bagasi belakang, bemper depan dan spion sisi kanan patah. Beruntung, keduanya tak mengalami luka.
Aufar mengatakan, kini istrinya yang tengah mengandung anak pertama mengalami syok dan trauma akibat serangan yang diperkirakan berjumlah 20 lebih remaja bermotor tersebut.
"Saat kejadian, mobil saya ditendangi oleh sekitar 20 sampai 30 remaja yang mengendarai sepeda motor. Mereka juga merusak spion mobil dengan benda tumpul. Kejadian ini membuat istri saya histeris an sampai sekarang istri masih trauma," katanya, Senin (23/12/2024).
Warga Rungkut ini menjelaskan, kejadian bermula ketika dirinya bersama istri sepulang dari menyantap rawon di kawasan Pucang. Sesampainya di Jalan Ngagel Jaya Selatan, tepatnya depan swalayan Bilka, mobil Aufar tiba-tiba dipepet oleh remaja tak dikenal.
Dua orang remaja yang mengendarai sepeda motor tersebut memepet dan melakukan aksi bleyer hingga menyenggol bemper mobil bagian depan. Merasa janggal dengan perlakuan tersebut, Aufar lantas menegurnya secara baik-baik dari dalam mobil.
"Saya sempat cekcok sebelum kejadian perusakan mobil. Sebab sewaktu saya dipepet dan dibleyer, itu kesenggol mobil saya. Lalu saya tegur, kemudian salah satu dari rombongan itu malah tidak terima. Mereka balik menantang dan memanggil teman-temannya untuk melakukan perusakan," jelasnya.
Dari kejadian tersebut, Aufar mengalami kerusakan mobil dengan total kerugian kurang lebih Rp 10 juta. Dirinya lantas melapor ke Polsek Gubeng dengan nomor LPM/447/XI/2024/SPKT. Hal ini dilakukan agar para pelaku mendapat efek jera.
Terlebih, kata Aufar, di kawasan tersebut remaja bergerombol acap kali bermunculan. Dia tidak ingin kejadian serupa terulang kembali dan menimpa orang lain.
"Saya sering melihatnya, bergerombol sampai menutupi jalan. Saya berharap pihak kepolisian bisa menindaklanjuti laporan ini dengan baik. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman, apalagi di masa Nataru ini," terangnya.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Gubeng AKP Sutrisno membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku.
"Iya, masih kami selidiki," pungkasnya.
Baca juga: Saksi: Ranto dan Agustin Yakinkan Investasi, Rp5 Miliar Masuk Rekening Perusahaan
Editor : Achmad S
