Kondisi odong-odong usai tabrak rumah warga. (Foto: Dok. Unit Lantas Polsek Gambiran)
Banyuwangi, mili.id - Tepat tiga tahun lalu, kereta kelinci atau yang akrab disebut odong-odong terguling di Banyuwangi, tepatnya di Jalan Raya Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, 28 Desember 2021.
Setidaknya 12 orang terluka dalam insiden tergulingnya odong-odong ini. Selain melukai penumpang, kereta modifikasi yang dicarter warga keliling desa itu turut menabrak tembok toko bangunan.
Baca juga: Evakuasi Korban Kecelakaan Suramadu Berlangsung, Arus Kendaraan Dialihkan akibat Kemacetan
Ada 40 penumpang yang mayoritas adalah ibu-ibu dan 11 di antaranya penumpang anak-anak dan balita.
Seluruh penumpang berdomisili satu RT asal Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran yang sengaja menyewa seluruh kursi penumpang untuk keliling desa.
Tak disangka saat memasuki jalan raya diduga borem setir kemudi odong-odong patah mengakibatkan laju kendaraan tak terkendali dan menabrak pagar rumah warga, hingga gerbong kereta kelinci di bagian belakang pun terguling.
Baca juga: Bus Transjakarta Tabrak Separator, Arus Lalu Lintas MT Haryono Sempat Tersendat
"Kereta kelinci itu melaju kencang dari utara ke selatan. Kemudian menabrak pagar. Gandengan kereta kelinci itu terguling," kata Iptu Paulus Taang, Kanit Lantas Polsek Gambiran saat peristiwa itu.
Insiden tersebut sempat terabadikan kamera amatir warga setempat, seluruh penumpang teriak histeris usai odong-odong terguling dan menghantam tembok toko bangunan.
Dilansir Wikipedia, odong-odong adalah sebuah wahana permainan yang dioperasikan memakai koin untuk anak-anak kecil. Odong-odong umumnya tersedia di taman bermain, arkade, mal, ruang permainan hotel, luar pasar swalayan dan pusat perbelanjaan diskon.
Baca juga: Tragedi Gorong-gorong Margorejo, Eri Cahyadi Tegur Keras Kontraktor dan Dinas
Akan tetapi sering kali di desa-desa odong-odong digunakan untuk mengangkut orang dengan jumlah yang banyak.
Kendaraan ini rerata bermesin diesel tinggal dan dihias semenarik mungkin untuk menjaring minat calon penumpang.
Editor : Aris S
