UINSA Surabaya Kini Punya Fakultas Kedokteran

UINSA Surabaya Kini Punya Fakultas Kedokteran © mili.id

Peresmian Fakutas Kedokteran UINSA Surabaya (Foto: Ist)

Surabaya, mili.id - UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kini punya Fakultas Kedokteran.

Fakultas Kedokteran UINSA Surabaya resmi dibuka berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor: 139/B/O/2025 Tentang Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi pada UINSA Surabaya yang diselenggarakan Kementerian Agama tertanggal 7 Maret 2025.

Baca juga: The Alana Surabaya Rayakan Anniversary Dengan Donor Darah Kemanusiaan

Hadirnya fakultas kedokteran UINSA menjadi salah satu bentuk khidmat kembali kepada kiai, ulama, dan pesantren.

Seperti disampaikan Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, kampusnya tidak bisa jauh-jauh dari kiai, ulama, maupun pesantren.

Sehingga Fakultas Kedokteran UINSA hadir dengan distingsi di bidang 'Epidemiologi Pesantren', yaitu fokus pada penanganan kesehatan di lingkungan dan komunitas pesantren.

Menurut Prof Muzakki, pembukaan fakultas kedokteran menjadi langkah strategis UINSA Surabaya dalam mencetak tenaga medis yang profesional dan berkualitas, khususnya yang berasal dari lingkungan pesantren. Sehingga ke depannya bisa berkhidmat di lingkungan pesantren.

"Para kiai pesantren mengajarkan bahwa menjaga kesehatan, menjaga jiwa itu setara dengan menjaga negara, akal, generasi, keturunan, dan agama," ujar Prof. Muzakki, Kamis (13/3/2025).

Fakultas Kedokteran UINSA Surabaya menawarkan dua program utama, yaitu Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter.

Selama proses pendiriannya, fakultas kedokteran UINSA telah menjalin kerja sama dengan berbagai Rumah Sakit Satelit, Rumah Sakit Pendidikan Utama, Puskesmas Wahana Pendidikan, serta Poskestren.

Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban

Rumah Sakit Satelit yang bekerjasama dengan UINSA yakni RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya dan RSNU Tuban. Sedangkan Rumah Sakit Pendidikan Utama adalah RSUD Bangil.

Selain itu, sebagai Puskemas Wahana Pendidikan, UINSA bekerjasama dengan Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Puskesmas Jagir, dan Puskesmas Siwalan Kerto.

Selanjutnya Poskestren antara lain PP Darullughah Waddawah (Dalwa) Bangil Pasuruan, PP Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya, Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, dan Pondok Modern Amanatul Ummah Surabaya.

"Kami mengucapkan jazakumulloh khoiron katsiro kepada Bapak Ibu atas dukungan, keterlibatan aktif, partisipasi aktif, kehadiran, bantuan fisik, bantuan pikiran, bantuan spiritual, dedikasi, komitmen, ketulusan dan semua hal yang memberikan keberkahan dan kemuliaaan UINSA mendapatkan izin operasional," papar Prof. Muzakki.

Turunnya SK Izin Operasional Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi ini menjadi bukti bahwa hasil tidak mengkhinati kerja keras.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel

"Turunnya SK ini menandakan bahwa semua itu adalah hasil kerja keras kita semua," tegas Prof. Muzakki.

Dia menambahkan, turunnya SK tersebut adalah bagian dari ikhtiar untuk menyempurnakan peran UINSA di dunia pendidikan.

"Saya memiliki harapan besar bahwa amanah yang diberikan oleh pemerintah dengan turunnya SK Izin Operasional Prodi Kedokteran ini harus kita tunaikan bersama-sama dengan membayar lunas melalui kinerja terbaik dalam pengelolaan pendidikan kedokteran di UIN Sunan Ampel Surabaya," tandas Prof. Muzakki.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait